Kamis, 17 Mar 2022 06:00 WIB

Turun Berok: Jenis-jenis dan Penyebabnya

Patrick - detikHealth
Rearview shot of a muscular man lifting a barbell in a gym Turun berok (Foto: Getty Images/Yuri_Arcurs)
Jakarta -

Pernah mendengar istilah turun berok? Turun berok atau hernia terjadi ketika organ dalam tubuh menonjol keluar melalui lubang di otot atau jaringan penyangganya. Misalnya, usus dapat menembus area yang melemah di dinding perut sehingga akan terlihat menonjol.

Biasanya, hernia terjadi di bagian perut antara dada dan pinggul seseorang, tetapi penyakit ini juga bisa muncul di daerah paha atas dan selangkangan. Biasanya, hernia tidak akan mengancam jiwa seseorang, tetapi juga tidak akan hilang dengan sendirinya. Terkadang, diperlukan pembedahan untuk mencegah komplikasi berbahaya.

Jenis-Jenis Turun Berok

Dikutip dari WebMD, ada beberapa jenis turun berok. Di bawah ini, jenis turun berok yang paling sering diidap oleh banyak orang adalah:

  • Hernia inguinalis (di bagian selangkangan dalam)
  • Hernia insisional (dapat terjadi akibat sayatan),
  • Hernia femoralis (di bagian selangkangan luar),
  • Hernia umbilikal (di pusar),
  • Hernia hiatal (di bagian perut bagian atas).

Pada hernia inguinalis, usus atau kantung kemih akan terlihat menonjol di dinding perut atau ke dalam kanalis inguinalis di selangkangan. Sebagian besar penyakit hernia inguinalis terjadi pada pria.

Pada hernia insisional, ini paling sering terjadi pada orang tua atau orang yang kelebihan berat badan yang tidak aktif bergerak setelah melakukan operasi perut. Usus akan terdorong ke dinding perut di lokasi operasi perut sebelumnya.

Hernia femoralis bisa terjadi ketika usus memasuki saluran yang membawa arteri femoralis ke paha atas. Hernia femoralis paling sering terjadi pada wanita, terutama pada mereka yang sedang hamil atau obesitas.

Pada hernia umbilikalis, bagian dari usus kecil melewati dinding perut dekat pusar. Ini biasa terjadi pada bayi yang baru lahir, atau juga bisa menimpa wanita yang baru saja melahirkan.

Sedangkan hernia hiatus terjadi ketika perut bagian atas meremuk melalui hiatus, sebuah lubang di diafragma yang dilalui kerongkongan.

Apa Sih Penyebab Turun Berok?

Pada akhirnya, turun berok disebabkan oleh kombinasi antara tekanan dan kelemahan otot atau fasia; tekanan yang mendorong organ atau jaringan melalui lubang atau titik lemah. Terkadang, kondisi ini muncul saat lahir; dan menjadi sering terjadi di kemudian hari.

Ada banyak penyebab peningkatan tekanan di perut sehingga dapat menyebabkan turun berok, yaitu:

  • Mengangkat benda berat tanpa menstabilkan otot perut
  • Diare atau sembelit
  • Batuk atau bersin terus-menerus

Selain itu, obesitas, gizi buruk, dan kebiasaan merokok dapat melemahkan otot dan membuat turun berok menjadi lebih mungkin terjadi.



Simak Video "Indonesia Didominasi Varian Omicron, Termasuk BA.4-BA.5"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)