WHO Beberkan 3 Alasan COVID-19 Global Naik Lagi

ADVERTISEMENT

WHO Beberkan 3 Alasan COVID-19 Global Naik Lagi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sabtu, 19 Mar 2022 14:02 WIB
Para komuter yang mengenakan masker wajah untuk melindungi diri dari COVID-19 saat berjalan melalui pusat transportasi distrik bisnis La Defense di Paris, Rabu, 8 Desember 2021. Varian omicron baru yang berpotensi lebih menular dari virus corona muncul di lebih banyak negara Eropa hanya beberapa hari setelahnya. diidentifikasi di Afrika Selatan, membuat pemerintah di seluruh dunia berebut untuk menghentikan penyebaran. (Foto AP/Michel Euler)
Kasus Corona global naik lagi, WHO beberkan tiga alasannya. (Foto: AP/Michel Euler)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan penyebab COVID-19 global dunia kembali naik, salah satunya karena adanya subvarian Omicron BA.2. Varian ini diketahui lebih menular dibandingkan varian Corona lainnya.

"Kami masih memiliki Omicron yang mentransmisikan pada tingkat yang sangat intens di seluruh dunia. Kami memiliki sub-garis keturunan Omicron BA.1 dan BA.2," beber Pimpinan Teknis COVID-19 Maria Van Kerkhove WHO, seperti dikutip dari laman Live Mint, Jumat (18/3/2022).

"BA.2 lebih menular, dan ini adalah varian paling menular yang pernah kita lihat dari virus SARS-COV-2 hingga saat ini," lanjutnya.

3 Faktor Penyebab COVID-19 Naik Lagi

1. Jumlah kasus Subvarian Omicron BA.2 yang Cukup Besar

Data badan kesehatan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan hasil dari 400.000 lebih urutan sampel yang didapat dalam 30 hari terakhir. Hasilnya, 99,9 persen dari sampel adalah Omicron dan 75 persen sampel adalah varian BA.2.

Meski jumlahnya cukup besar, Maria mengatakan pihaknya belum melihat adanya peningkatan keparahan dari varian BA.2. Tetapi, dengan kasus yang jumlahnya besar ini terlihat adanya peningkatan rasat inap hampir di setiap negara.

"Namun, dengan sejumlah besar kasus, Anda akan melihat peningkatan rawat inap dan kami telah melihat ini di banyak negara," kata Maria.

2. Pencabutan Aturan Pengendalian COVID-19

Faktor lainnya adalah pencabutan aturan pengendalian COVID-19. Misalnya seperti pencabutan penggunaan masker, jaga jarak, dan berbagai pembatasan di banyak negara.

"Pencabutan penggunaan masker, pencabutan physical distancing, pencabutan pembatasan yang membatasi pergerakan orang, ini memberikan peluang virus untuk menyebar," tegasnya.

3. Banyaknya Misinformasi Terkait Omicron

Maria mengatakan saat ini banyak misinformasi atau informasi yang tidak benar soal varian Omicron yang beredar. Hal ini menimbulkan kebingungan di antara masyarakat dan berakhir membuat mereka tidak percaya pada COVID-19, termasuk varian Omicron.

"Misinformasi bahwa Omicron ringan, misinformasi bahwa pandemi telah berakhir, misinformasi bahwa ini adalah varian terakhir yang harus kita tangani," jelasnya.

Bagaimana caranya untuk mengatasi kondisi seperti ini? Simak ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT