Minggu, 20 Mar 2022 10:36 WIB

14 Gejala Long COVID yang Perlu Diwaspadai Usai Sembuh dari Omicron

Firdaus Anwar - detikHealth
Female doctor holds a face mask with - Omicron variant text on it. Covid-19 new variant - Omicron. Omicron variant of coronavirus. SARS-CoV-2 variant of concern Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov
Jakarta -

Infeksi COVID-19 varian Omicron tidak bisa dianggap remeh. Meski seseorang mungkin hanya mengalami gejala ringan, ada efek jangka panjang disebut Long COVID atau post COVID yang bisa dihadapi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan beberapa penyintas bisa mengalami serangkaian gejala long COVID berkelanjutan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah pertama kali terinfeksi COVID-19. Gejala yang bertahan usai infeksi ini juga bisa ada lebih dari satu.

Dikutip dari laman resmi CDC, secara umum Long COVID dapat muncul dalam bentuk:

  1. Napas pendek
  2. Letih dan lelah
  3. Sulit konsentrasi dan berpikir (brain fog)
  4. Batuk-batuk
  5. Sakit kepala
  6. Nyeri otot
  7. Jantung berdebar
  8. Perubahan mood
  9. Diare
  10. Masalah tidur
  11. Pusing dan sakit kepala
  12. Perubahan indra pengecap atau perasa
  13. Perubahan siklus menstruasi
  14. Rasa seperti tertusuk-tusuk jarum

Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban beberapa waktu lalu juga menjelaskan di Indonesia keluhan Long COVID yang paling banyak dilaporkan adalah brain fog. Hal ini khususnya dialami oleh para tenaga kesehatan yang pernah terinfeksi Omicron.

"Laporan penyintas varian Omicron mengalami Long COVID, ada dan memang terjadi. Hanya angka kejadiannya belum banyak. Gejala yang sering ditemui adalah brain fog, beberapa nakes mengalami itu," terangnya.



Simak Video "Dokter Ingatkan Masyarakat Jangan Anggap Enteng Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)