ADVERTISEMENT

Senin, 21 Mar 2022 14:15 WIB

Beda Keyakinan Soal Pawang Hujan, Ini Cara Agar Tak Saling Menyinggung

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
A woman conducts a traditional ritual for good weather during a practice session for the Indonesian Grand Prix MotoGP at the Mandalika International Circuit at Kuta Mandalika in Central Lombok on March 18, 2022. (Photo by SONNY TUMBELAKA / AFP) Beda keyakinan soal pawang hujan, ini cara agar tak saling menyinggung (Foto: AFP/SONNY TUMBELAKA)
Jakarta -

Aksi pawang hujan Rara Istiani Wulandari atau dikenal dengan sebutan Mbak Rara di gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia, Minggu (20/3/2022) menimbulkan pro dan kontra. Sebagian kalangan menganggap ritual tersebut memalukan karena dianggap tak masuk di akal menghalau hujan dengan menebarkan sesajen.

Di sisi lain, pawang hujan merupakan kultur yang sudah jamak ditemukan di setiap hajatan besar. Sebagian kalangan menganggapnya sebagai kearifan lokal, bahkan terang-terangan menyampaikan 'pujian' atas usahanya menghalau hujan. Sontak munculah perbedaan persepsi soal profesi pawang hujan di kalangan netizen.

Menurut psikolog Nuzulia Rahma Tristinarum perbedaan persepsi di antara masyarakat merupakan hal yang umum terjadi karena adanya perbedaan latar belakang pada tiap individu. Jika berada di situasi ingin mengutarakan pendapat ataupun kritik karena perbedaan persepsi, tetap harus ada etikanya.



Cara Sampaikan Kritik

"Gunakanlah kata-kata yang baik, sebab kata-kata yang baik mencerminkan kebersihan hati. Sekalipun hal yang kita sampaikan adalah suatu kebenaran, namun jika diucapkan dengan kasar dan penuh hujatan maka akan sia-sia dan justru dapat menimbulkan permusuhan," imbau Rahma.

"Tentu kita boleh menyampaikan perasaan, pemikiran, dan pendapat kita tapi sampaikanlah dengan cara yang baik," sarannya.

Lebih lanjut Rahma mengingatkan, terbawa emosi lantaran berbeda perbedapat hanya akan merugikan diri sendiri. Ada baiknya kita berbesar hati dalam menerima perbedaan, sehingga tidak menimbulkan perkelahian atau perpecahan.

"Terbawa emosi bikin lelah diri sendiri. Di dunia ini tidak mungkin semua orang punya pandangan sama," katanya.

Menghadapi perbedaan pendapat tentang pawang hujan, termasuk yang ngegas atau santai saja nih? Tuliskah di komentar ya.



Simak Video "Praktisi Bantah Adanya Unsur Mistis dari Pawang Hujan MotoGP Mandalika "
[Gambas:Video 20detik]
(any/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT