ADVERTISEMENT

Selasa, 22 Mar 2022 08:47 WIB

BPOM Bawa Kabar Baik Buat yang Divaksin Sinovac, Bisa Booster Pakai Apa Saja?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vaksinasi door to door digelar di kawasan Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Dalam kegiatan itu, 100 warga menerima vaksin COVID-19 dosis 1,2, maupun booster Penerima vaksin primer Sinovac kini bisa dibooster dengan vaksin Sinopharm. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) memperbolehkan vaksin Sinopharm sebagai booster secara heterolog atau berbeda dengan vaksin primer. Sebelumnya, vaksin ini hanya diperbolehkan sebagai booster secara homolog atau sama dengan vaksin primer, di awal Februari 2022 lalu.

Namun, izin booster heterolog Sinopharm tidak diberikan untuk semua jenis vaksin COVID-19. Baru penerima Sinovac yang bisa diberikan vaksin booster heterolog dengan jenis vaksin Sinopharm.

"Booster heterolog vaksin Sinopharm satu dosis diperuntukkan untuk subyek usia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan vaksin primer Sinovac dosis lengkap 6 (enam) bulan sebelumnya," jelas Kepala BPOM Penny K Lukito dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (22/3/2022).

Berdasarkan pertimbangan pada aspek keamanan, penggunaan vaksin Sinopharm sebagai booster heterolog secara umum dapat ditoleransi dengan baik. Efek samping yang dilaporkan juga masih bersifat ringan.

Efek Samping

Reaksi lokal

  • Nyeri pada tempat suntikan
  • Pruritus/rasa gatal
  • Kemerahan
  • Pembengkakan

Reaksi Sistemik

  • Fatigue/kelelahan
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Batuk

"Profil kejadian sampingan (Adverse Events/AEs) yang dilaporkan dalam uji klinik booster heterolog ini, serupa dengan kejadian sampingan pada uji klinik vaksin primer maupun booster homolog, yaitu bersifat ringan hingga sedang," bebernya.

Dari aspek imunogenisitas, terlihat adanya peningkatan respons antibodi pada hari ke-14 dan ke-28 pasca pemberian dosis booster. Antibodi IgG anti-sRBD menunjukkan peningkatan sebesar 8,19 kali dan 10,65 kali dibandingkan sebelum pemberian booster (baseline).

Kementerian Kesehatan juga telah memperbarui regimen pemberian vaksin COVID-19 booster di Indonesia. Ketetapan ini tercantum dalam Surat Edaran Nomor SR.02.06/C/1641/2022 tentang Penambahan Regimen Vaksinasi COVID-19 Sinopharm sebagai Dosis Lanjutan (Booster), yang diteken Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu pada 16 Maret 2022.

Ada empat jenis vaksin booster untuk penerima primer Sinovac, yaitu:

  • Vaksin AstraZeneca setengah dosis
  • Vaksin Pfizer setengah dosis
  • Vaksin Moderna dosis penuh
  • Vaksin Sinopharm dosis penuh


Simak Video "Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Masuk Mal, Begini Respons Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT