Waspada! Ini Ciri Khas Penyakit Ginjal, Jangan Anggap Sepele

ADVERTISEMENT

Waspada! Ini Ciri Khas Penyakit Ginjal, Jangan Anggap Sepele

Tasya Kania Azzahra - detikHealth
Selasa, 22 Mar 2022 12:45 WIB
Woman holding artificial model human kidney halves at white body with black. This artificial organ model is used for education in high school to learn students about biology. They learn about the human body and how our kidneys work. Our kidneys function as a filter for the blood circulation.
Gejala penyakit ginjal. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Ben-Schonewille)
Jakarta -

Ginjal adalah salah satu organ penting di dalam tubuh yang memiliki begitu banyak manfaat. Fungsi ginjal adalah membuang zat-zat lain seperti kelebihan elektrolit, sisa-sisa metabolisme dari makanan atau obat, mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah.

"Ginjal erat kita dengar untuk memproduksi air seni atau urin, tapi produksi ginjal tidak terbatas hanya untuk membuang urin saja, tapi juga pada regulasi ginjal dan produksi atau aktivasi," ujar Medical General Manager Kalbe, dr. Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi, AIFO-K dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (22/3/2022).

Namun, pola hidup yang tidak sehat akan membuat fungsi ginjal menjadi rusak dan menyebabkan berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh kerusakan ginjal adalah infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan gangguan ginjal kronik yang paling paling berbahaya dan bersifat permanen.

Gejala ginjal kronik ini terlihat biasa saja seperti mual atau nafsu makan berkurang.

"Salah satu masalah pada pasien gangguan ginjal kronik adalah mual, yakni ketika racun-racun yang seharusnya dibuang tadi, tidak dapat kita keluarkan dan menumpuk di saluran darah dan bahkan di rongga mulut," jelasnya.

Mual akan mengakibatkan nafsu makan berkurang karena racun berbau seharusnya dibuang. Mual dan nafsu makan berkurang juga bisa mengakibatkan stress karena pembatasan makanan yang ekstrim sehingga berat badan menurun sehingga terjadi malnutrisi.

Pasien yang mengalami ginjal kronik akan mengalami stadium dialisis dan predialisis yang mengharuskan pembatasan asupan nutrisi. Asupan protein pada pasien pre-ginjal kronik atau yang belum dialisis harus dikurangi agar dapat mempertahankan fungsi ginjalnya, agar tidak cepat jatuh ke dalam stadium cuci darah.

Sebaliknya jika sudah masuk ke dalam dialisis, asupan protein harus ditingkatkan agar ketika cuci darah protein di badan juga terbuang.

Pasien ginjal kronik juga tidak bisa makan sembarangan, seperti suplemen atau susu yang tidak sesuai.

"Karena nanti proteinnya tinggi untuk pasien pre-dialisis atau sebaliknya untuk pasien dialisis. Jadi pilihlah suplemen nutrisi yang disesuaikan dengan penyakit ginjalnya," tutupnya.



Simak Video "Mengenal 2 Penyebab Penyakit Ginjal Kronis di Hari Ginjal Sedunia"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT