Dinda Hauw Keguguran saat Hamil Anak Kembar, Ini Gejala dan Penyebabnya

ADVERTISEMENT

Dinda Hauw Keguguran saat Hamil Anak Kembar, Ini Gejala dan Penyebabnya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 23 Mar 2022 09:30 WIB
dinda hauw keguguran
Dinda Hauw (Foto: Instagram)
Jakarta -

Kabar duka datang dari Dinda Hauw dan suaminya, Rey Mbayang. Dalam postingan Instagram, Dinda Hauw mengatakan mengalami keguguran. Ia awalnya tak menyadari tengah mengandung anak kembar.

"Sampai ketemu lagi Adik Singkat namun terasa sekali nyata nya.. Hari di mana testpack pertama tau bahwa garis 2.. Keluar darah menggumpal seperti ati ayam waktu di Paris... Sampai Jakarta diberi kekuatan lagi dengan garis yang semakin terang warnanya..," tulis Dinda Hauw dalam Instagram miliknya.

Lantaran melihat garis 2 usai melakukan testpack, Dinda Hauw dan suaminya memutuskan untuk pergi USG. Sampai di sana, dokter menyatakan bahwa istri Rey Mbayang hamil anak kembar.

Sayangnya, dokter juga memberitahu bahwa salah satu janinnya tidak berkembang. Alhasil Dinda Hauw pun melakukan operasi untuk membersihkan janinnya.

"Tapi ini.. ada 2 kantung nya.. 1 ada janin nya.. dan yang 1 nya tidak berkembang alias kosong.. " tuturnya.

Dikutip dari Mayo Clinic, Rabu(23/3/2022), keguguran umumnya terjadi sebelum minggu ke-12 kehamilan. Terdapat beberapa tanda dan gejala yang bisa dilihat saat seseorang mengalami keguguran, seperti:

  • Gejala Keguguran
  • Bercak atau berdarah pada vagina
  • Nyeri atau kram di perut atau punggung bagian bawah
  • Cairan atau jaringan yang keluar dari vagina.
  • Jika seseorang telah mengeluarkan jaringan janin dari vagina, letakkan
    dalam wadah bersih dan bawa ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit untuk dianalisis.

Sebagian besar wanita yang mengalami bercak atau pendarahan vagina pada trimester pertama berhasil hamil.

Apa Sih Penyebab Keguguran?

Penyebab keguguran bisa disebabkan oleh sejumlah faktor. Sebagian besar keguguran terjadi karena janin yang tak berkembang, 50 persen kasus dikaitkan dengan kelebihan atau kekurangan kromosom

Kasus keguguran yang kerap terjadi disebabkan oleh masalah kromosom akibat kesalahan yang terjadi secara kebetulan saat embrio membelah dan tumbuh. Adapun masalah kromosom dapat menyebabkan:

1. Blighted ovum

Blighted ovum terjadi ketika tidak ada embrio yang terbentuk.

2. Kematian janin intrauterin

Dalam situasi ini, embrio terbentuk tetapi berhenti berkembang dan mati sebelum gejala keguguran terjadi.

3. Kehamilan mola dan kehamilan mola parsial

Kehamilan mola dikaitkan dengan pertumbuhan abnormal plasenta, biasanya tidak ada perkembangan janin. Kehamilan mola parsial terjadi ketika kromosom ibu tetap ada, tetapi ayah menyediakan dua set kromosom. Kehamilan mola parsial biasanya dikaitkan dengan kelainan plasenta dan janin yang abnormal.

Kehamilan mola dan sebagian bukan merupakan kehamilan yang layak. Kehamilan mola dan mola parsial terkadang dapat dikaitkan dengan perubahan kanker pada plasenta.

Simak Video 'Keguguran, Dinda Hauw: Sepertinya Allah Punya Rencana Lain':

[Gambas:Video 20detik]



(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT