Varian BA.2 Sudah Dominan di RI Tapi Tak Picu Ledakan Kasus, Inikah Penyebabnya?

ADVERTISEMENT

Varian BA.2 Sudah Dominan di RI Tapi Tak Picu Ledakan Kasus, Inikah Penyebabnya?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kamis, 24 Mar 2022 07:48 WIB
covid omicron variant alert street sign
Subvarian Omicron BA.2 sudah mendominasi di RI. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/franckreporter)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan subvarian Omicron BA.2 atau dikenal dengan 'Omicron Siluman' kini sudah mendominasi di Indonesia. Namun, hal itu tidak berdampak pada lonjakan kasus COVID-19, seperti yang terjadi di India.

Meski begitu, Menkes Budi masih akan terus meneliti untuk memastikan bahwa peningkatan subvarian BA.2 ini tidak akan menyebabkan lonjakan kasus di Indonesia.

"Kita sendiri masih terus meneliti, tapi salah satu dugaannya bahwa Indonesia dan India berbeda dengan negara-negara Asia lainnya adalah karena vaksinasi kita mulainya relatif lambat dibandingkan Singapura, Korea Selatan, dan Jepang," jelas Menkes Budi dalam konferensi pers, Rabu (23/3/2022).

Menkes Budi menyebut program vaksinasi di Indonesia mulai masif dilakukan pada September 2021 lalu. Hal inilah yang membuat level antibodi yang dimiliki masyarakat Indonesia masih tinggi.

Selain itu, di bulan September itu juga Indonesia tengah diterjang gelombang varian Delta yang cukup besar. Ini juga menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat Indonesia sudah banyak yang memiliki antibodi dari infeksi, bukan dari vaksinasi.

"Karena kita tahu, antibodi bisa dibentuk dari infeksi alamiah atau dibentuk dari vaksinasi yang buatan," lanjutnya.

Berdasarkan hasil penelitian, lanjut Menkes Budi, orang yang sudah terinfeksi COVID-19 dan divaksinasi atau sebaliknya, bisa membentuk antibodi yang sangat kuat dan bertahan lama.

Hal inilah yang terjadi di Indonesia maupun di India. Sebab, India juga sempat terkena gelombang varian Delta yang luar biasa pada bulan Mei 2021 lalu.

"Kombinasi itu yang kita lihat di Indonesia dan India, terjadi karena India juga mengalami hal yang sama seperti Indonesia," kata Menkes Budi.

"Mereka terkena gelombang Delta yang luar biasa pada bulan Mei dan vaksinasi naik, sehingga posisi mereka pada saat varian Omicron datang sudah dobel imunitas, baik dari infeksi maupun vaksinasi," bebernya.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT