Imbas Konflik Ukraina, Warga Rusia Panik Borong Obat Tidur dan Kontrasepsi

ADVERTISEMENT

Imbas Konflik Ukraina, Warga Rusia Panik Borong Obat Tidur dan Kontrasepsi

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jumat, 25 Mar 2022 10:21 WIB
ilustrasi obat
Ilustrasi warga Rusia berbondong-bondong menimbun stok obat tidur, antidepresan, dan kontrasepsi. Foto: iStock
Jakarta -

Warga Rusia berbondong-bondong menimbun antidepresan, obat tidur, dan kontrasepsi imbas konflik dengan Ukraina. Mengacu pada data yang dirilis pada Kamis (24/3/2022), dalam waktu dua minggu, orang-orang membeli obat-obatan untuk stok sebulan.

Dikutip dari Reuters, wawancara dan data anekdot menunjukkan banyak orang Rusia tertekan oleh beratnya sanksi yang dijatuhkan pada Moskow oleh Barat untuk memaksa penarikan pasukannya. Banyak merek asing telah menangguhkan operasi atau keluar dari Rusia, sembari nilai Rubel terhadap dolar merosot secara dramatis. Harga banyak produk kebutuhan sehari-hari pun kini melonjak.

"Saya sendiri menggunakan L-tiroksin karena saya memiliki masalah dengan kelenjar tiroid, jadi saya meminumnya setiap hari dan saya khawatir tentang itu," kata Valentina, seorang warga Moskow, dikutip dari Reuters, Jumat (25/3).

"Itulah mengapa saya membeli persediaan itu stok selama beberapa bulan sebelumnya karena saya khawatir apakah saya akan dapat menemukannya di apotek nanti. Orang-orang mencarinya di mana-mana," imbuhnya.

Berdasarkan data penjualan yang dikumpulkan oleh perusahaan analitik DSM Group untuk surat kabar harian Vedomosti, orang Rusia telah membeli 270,5 juta obat di apotek terhitung pada 28 Februari hingga 13 Maret seharga 98,6 miliar rubel. Angka tersebut hampir sebanding dengan data penjualan untuk sepanjang Januari, ketika orang membeli 288 juta item di apotek seharga 100 miliar rubel.

"Ketakutan pertama adalah segalanya bisa menjadi lebih mahal. Ketakutan kedua adalah obat-obatan yang mereka butuhkan tidak akan tersedia dalam beberapa waktu. Ketakutan itu menggerakkan orang. Mereka mengantre di apotek dan membeli semuanya," ujar Sergei Shulyak, direktur umum DSM Group.

Menurut Shulyak, sekarang sudah terjadi kekurangan sementara beberapa jenis obat. Namun ia memperkirakan, situasi akan stabil pada waktunya dengan produsen di Rusia masih memproduksi obat generik, dibarengi produsen asing melanjutkan produksi obat-obatan.

Shulyak memperingatkan, memburuknya hubungan Rusia dengan Barat berisiko memicu sejumlah produsen obat di Rusia mengalami kendala untuk mendapat bahan-bahan produksi obat.



Simak Video "Soal Konflik Rusia-Ukraina, WHO: Perang Ini Harus Dihentikan"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT