Belum Booster, Status Vaksinasi 2 Juta Warga Malaysia Terancam Hilang

ADVERTISEMENT

Belum Booster, Status Vaksinasi 2 Juta Warga Malaysia Terancam Hilang

Firdaus Anwar - detikHealth
Sabtu, 26 Mar 2022 05:20 WIB
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengundurkan diri setelah kehilangan dukungan mayoritas di parlemen, menyusul ketidakpuasan publik dalam cara pemerintah menangani COVID.
Foto ilustrasi: Getty Images/Annice Lyn
Jakarta -

Sebanyak dua juta warga Malaysia yang dulu menerima vaksin Sinovac sebagai dosis primer terancam kehilangan status vaksinasinya. Ini karena mereka disebut tak kunjung mendapat booster.

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mendorong warga penerima vaksin Sinovac melengkapi booster sampai 1 April untuk mempertahankan status vaksinasi lengkapnya. Bila sampai status dicabut maka seseorang mungkin akan kesulitan beraktivitas dan bepergian, terutama ke luar negeri.

"Dalam satu minggu lagi, Kementerian Kesehatan memproyeksikan mungkin ada dua juta penerima vaksin primer Sinovac yang berisiko kehilangan status vaksinasi lengkap mereka pada 1 April," kata Menkes Khairy seperti dikutip dari Astro Awani, Jumat (25/3/2022).

"Saya sudah bicara juga dengan Menteri Kesehatan Singapura, mereka juga sedang mempertimbangkan status vaksinasi lengkap untuk penerima Sinovac adalah tiga dosis," lanjutnya.

Keputusan pemerintah Malaysia menggalakkan booster vaksin hampir bersamaan dengan dilonggarkannya kebijakan karantina Singapura. Pencabutan wajib karantina dan tes COVID-19 rencananya akan berlaku bagi warga usia dewasa kedua negara yang sudah menjalani vaksin penuh.



Simak Video "7 Kombinasi Vaksin Covid-19 untuk Booster Kedua Lansia"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT