Serupa Tapi Tak Sama, Begini Beda Baby Blues dan Depresi Pasca Melahirkan

ADVERTISEMENT

Serupa Tapi Tak Sama, Begini Beda Baby Blues dan Depresi Pasca Melahirkan

Rosiana Muliandari - detikHealth
Sabtu, 26 Mar 2022 18:06 WIB
Mother With Baby Suffering From Post Natal Depression
Ilustrasi Pospartum Depression, depresi yang dialami ibu pasca melahirkan. Foto: Ilustrasi ibu depresi (thinkstock)
Jakarta -

Seorang ibu, baik yang baru pertama kali melahirkan atau sudah pernah, dapat memiliki risiko mengalami depresi pasca melahirkan atau yang disebut 'postpartum depression'. Kondisi mental yang terganggu ini lebih jarang dikenali dibandingkan baby blues.

"Postpartum depression sendiri, atau depresi pasca melahirkan, itu adalah kondisi depresi yang sedang atau berat yang terjadi setelah seorang ibu melahirkan. Biasanya, munculnya tuh di sekitar 12 minggu pertama setelah melahirkan," terang Anna Surti Ariani, SPsi, MSi, Psi, psikolog anak dan keluarga, pada detikcom dalam program e-Life bertajuk 'Mengupas Depresi Pasca Melahirkan', Jumat (25/3/2022).

Beberapa gejala depresi pasca melahirkan yang dijelaskan oleh Nina adalah ibu kehilangan minat untuk melakukan hobinya, nafsu makan yang buruk, mudah lelah, sulit konsentrasi, hingga kehilangan minat pada bayinya.

Terkadang, kondisi ini sering dianggap mirip dengan baby blues, sebuah gangguan pasca melahirkan yang lebih dikenal oleh publik. Lalu, apakah yang menjadi pembeda antara baby blues dengan depresi pasca melahirkan?

"Sebenernya, kalo kita lihat gejalanya (baby blues & depresi pasca melahirkan) secara umum, kesannya mah, sama-sama aja (seperti) ibu mudah lelah, terus kemudian tidak nafsu makan, tidur terganggu, dan lain sebagainya. Tapi, ada perbedaan-perbedaan inti," jelas Nina.

Ia menjelaskan bahwa ada tiga pembeda antara baby blues dengan depresi pasca melahirkan. Pembeda yang paling utama adalah durasi berlangsungnya.

Dari kebanyakan kasus, baby blues lebih mudah untuk sembuh, hanya memakan waktu sekitar dua minggu setelah melahirkan atau ketika ibu sudah kembali bugar kembali. Dengan tidur dan makan yang cukup, ini akan membantu menyembuhkan baby blues.

Sementara depresi pasca melahirkan membutuhkan waktu yang lama. Bahkan, bukannya lebih membaik, depresi yang dirasakan bisa tidak berubah atau menjadi makin parah.

Selain durasi berlangsungnya kondisi ini, perbedaan baby blues dan depresi pasca melahirkan dapat dilihat dari frekuensi kasus dan intensitasnya. Menurut banyak penelitian, baby blues dialami 70-80 persen ibu. Jika seorang ibu sama sekali tidak bisa tidur, ini dapat menunjukkan adanya depresi pasca melahirkan dan bukan baby blues.



Simak Video "Bund, Yuk Kenali Tanda-tanda Depresi Pasca Melahirkan"
[Gambas:Video 20detik]
(Rosiana Muliandari/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT