Mengenal Jenis-Jenis Afasia, Gangguan Otak yang Dialami Aktor Bruce Willis

ADVERTISEMENT

Mengenal Jenis-Jenis Afasia, Gangguan Otak yang Dialami Aktor Bruce Willis

Patrick Trusto Jati Wibowo - detikHealth
Kamis, 31 Mar 2022 14:00 WIB
HOLLYWOOD, CA - MARCH 28:  Actors Bruce Willis and Rumer Willis attend the premiere of Paramount Pictures
Bruce Willis (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Aktor laga Bruce Willis harus mengakhiri kariernya di dunia akting lantaran didiagnosis penyakit afasia. Penyakit ini membuat aktor 67 tahun itu mengalami gangguan dalam berpikir.

"Dengan banyak pertimbangan, Bruce memilih mundur dari karier yang sangat berarti baginya," tulis putrinya, Rumer Willis di media sosial seperti dikutip dari CNN Health pada Kamis (31/3/2022).

Menurut Mayo Clinic, afasia adalah sebuah kondisi yang mengganggu kemampuan seseorang untuk berkomunikasi. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan untuk berbicara, menulis, dan memahami bahasa, baik lisan maupun tulisan.

Afasia biasanya terjadi setelah mengalami stroke atau cedera kepala. Tapi, penyakit ini juga bisa timbul dari tumor otak atau penyakit yang menyebabkan kerusakan permanen dan progresif (degeneratif). Tingkat keparahan afasia tergantung pada sejumlah kondisi, seperti penyebab dan tingkat kerusakan otak.

Jenis-Jenis Afasia

1. Afasia global

Afasia global merupakan jenis afasia yang terparah. Pengidap afasia global kesulitan berbicara, bahkan tidak mampu memahami lawan bicara.

Afasia global biasanya terjadi karena stroke atau cedera kepala. Namun ketika kondisinya mulai membaik, pengidap akan kembali ke jenis afasia yang paling ringan.

2. Afasia wernicke

Pengidap afasia wernicke sebenarnya mampu untuk berbicara, namun tidak mampu membangun kalimat yang tertata dengan baik.

Selain itu, afasia wernicke juga dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam menulis dan membaca.

3. Afasia broca

Pengidap afasia broca membutuhkan upaya ekstra untuk dapat merangkai kalimat. Biasanya, mereka hanya bisa mengucapkan tiga hingga empat kata saja saat berbicara.

Selain itu, pengidap afasia broca juga kesulitan menemukan kosa kata yang pas.

4. Afasia anomik

Pengidap afasia anomik kesulitan untuk menemukan kata-kata yang ingin digunakan. Alhasil, mereka menyiasatinya dengan menggunakan kosa kata yang tidak jelas.

Walau begitu, pengidap afasia anomik mampu memahami ucapan dan membaca dengan baik.

5. Afasia progresif primer

Afasia progresif primer merupakan kondisi yang langka terjadi. Pada dasarnya, afasia progresif primer merupakan bentuk lain dari demensia, sehingga pengidapnya kehilangan kemampuan untuk berbicara, menulis, dan membaca.

Setelah penyebabnya diatasi, pengobatan utama afasia adalah terapi wicara dan bahasa. Pengidap afasia akan mempelajari kembali dan mempraktikkan keterampilan bahasa dan belajar menggunakan cara lain untuk berkomunikasi.



Simak Video "Ahli Luruskan Isu Afasia Bruce Willis Berkaitan dengan Covid-19 dan Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT