Kamis, 31 Mar 2022 21:00 WIB

Swiss Bakal Cabut Seluruh Aturan COVID-19 Termasuk Wajib Masker, COVID-19 End?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Para komuter yang mengenakan masker wajah untuk melindungi diri dari COVID-19 saat berjalan melalui pusat transportasi distrik bisnis La Defense di Paris, Rabu, 8 Desember 2021. Varian omicron baru yang berpotensi lebih menular dari virus corona muncul di lebih banyak negara Eropa hanya beberapa hari setelahnya. diidentifikasi di Afrika Selatan, membuat pemerintah di seluruh dunia berebut untuk menghentikan penyebaran. (Foto AP/Michel Euler) Foto: AP/Michel Euler
Jakarta -

Pemerintah Swiss mengumumkan akan mencabut seluruh aturan pencegahan COVID-19 mulai Jumat (1/4/2022) besok. Salah satunya masyarakat Swiss sudah tidak lagi diwajibkan memakai masker di transportasi umum.

"Penilaian situasinya positif. Kasus infeksi di semua kategori umur. Situasi dalam perawatan intensif stabil, tidak ada lagi lonjakan kapasitas pasien rumah sakit," kata Menteri Dalam Negeri Swiss Alain Berset yang dikutip dari laman Anadolu Agency, Kamis (31/3/2022).

"Yang masih mau pakai masker juga diperbolehkan. Anda harus memiliki toleransi dan rasa hormat," lanjutnya.

Sebelumnya, pemerintah Swiss sudah menghapus banyak pembatasan COVID-19 pada 16 Februari 2022. Namun, jumlah orang yang divaksinasi masih sangat sedikit dan kasusnya tidak mengalami penurunan.

Pada Rabu (30/3), Swiss melaporkan 16.462 kasus baru COVID-19. Jumlah ini telah turun 37 persen selama seminggu terakhir.

Meski seluruh aturan telah dicabut, pemerintah menekankan krisis akibat COVID-19 masih belum berakhir. Berset mengatakan otoritas kesehatan telah memiliki stok vaksin yang cukup untuk masyarakat pada tahun 2022 hingga 2023 jika diperlukan.

"Kami tidak dapat mengatakan bahwa krisis telah berakhir, tetapi kami dapat mengatakan bahwa fase akut krisis telah berakhir," pungkas Berset.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)