Sabtu, 02 Apr 2022 23:25 WIB

Duh! Lansia Ini Divaksin Corona 87 Kali, Begini Pengakuannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Vaksin COVID-19. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Seorang pria asal Jerman disuntik vaksin COVID-19 sebanyak 87 kali. Kini, pria tersebut tengah diselidiki pihak berwenang.

Dikutip dari laman Deutsche Welle, diketahui pria berusia 61 tahun itu mengunjungi beberapa pusat vaksinasi di negara bagian Saxony dan Saxony-Anhalt di Jerman Timur. Pria itu diyakini telah disuntik tiga kali dalam sehari di lokasi vaksinasi yang berbeda.

"Seorang anggota staf di sebuah pusat di kota Dresden menjadi curiga ketika dia mengenali pria itu," kata juru bicara Palang Merah Jerman, Kai Kranich, dikutip dari Deutsche Welle, Sabtu (2/4/2022).

Pada kesempatan berikutnya, pria tersebut kembali memasuki pusat vaksinasi di Kota Eilenburg. Staf vaksinasi melihatnya kemudian memanggil polisi, hingga pria tersebut ditahan.

Palang Merah Jerman mengajukan tuntutan pada pria tersebut atas dugaan keterlibatannya dalam menjual paspor vaksinasi. Saat ini, pihak berwenang tengah menyelidiki dan menginvestigasi pria itu lebih lanjut.

Sampai saat ini, masih belum jelas berapa kali pria itu divaksin COVID-19. Namun, diperkirakan jumlahnya lebih dari 87 suntikan.

Bagaimana bisa lolos saat pendaftaran?

Menurut laporan yang ada, setiap kali pria tersebut memasuki tempat vaksinasi, ia akan membawa dokumen vaksinasi baru yang kosong. Pria itu mendaftar vaksinasi menggunakan nama serta tanggal lahirnya sendiri, tetapi tidak menunjukkan kartu asuransi kesehatannya.

Setelah mendapat suntikan, pria itu akan menghapus segala informasi seperti nomor batch vaksin dan menjualnya ke orang yang anti vaksin.

Dengan adanya kasus ini, mengungkap kesenjangan dalam sistem perawatan kesehatan di Jerman. Ini menunjukkan bahwa informasi medis masyarakat di negara itu sebagian besar tidak disimpan secara terpusat.

"Daftar vaksin nasional atau daftar vaksin virus corona akan segera menjelaskan kasus ini," ujar Knut Köhler, juru bicara asosiasi medis negara bagian Saxony.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)