ADVERTISEMENT

Minggu, 03 Apr 2022 11:01 WIB

Begini Nasib Eks Menkes Terawan Jika Resmi Diberhentikan IDI

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Eks Menkes dr Terawan Agus Putranto hadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR. Ia turut pamerkan Vaksin Corona Nusantara yang disebut aman untuk digunakan warga. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) sedang menindaklanjuti pemberhentian eks Menkes Terawan Agus Putranto dari keanggotaan IDI. Putusan pemberhentian Terawan disebut sudah ada sejak 2018 lalu namun belum sempat terlaksana.

Juru Bicara PB IDI untuk Sosialisasi Hasil Muktamar ke-31 sekaligus Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Anggota (BHP2A) IDI, Beni Satria mengungkap sederet hal yang tak lagi bisa didapatkan Terawan jika resmi diberhentikan keanggotaannya.

"Hak-hak sebagai anggota tentu tidak akan didapatkan. Salah satunya, rekomendasi izin praktik, jabatan-jabatan yang mengharuskan dijabat oleh seorang dokter sebagaimana diatur dalam Organisasi Tata Laksana Anggota," terang Beni Beni dalam konferensi pers Jumat (1/4/2022).

"Beliau juga tidak dapat menjadi ketua di perhimpunan dokter. Di dalam organisasi IDI itu banyak perhimpunan-perhimpunan dokter, khusus di radiologi ada namanya Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi. Tentu jabatan sebagai ketua dan pengurus tidak akan didapat, karena memang status keanggotaannya sudah dicabut," sambungnya.

Dijelaskan Beni, Terawan kerap mempromosikan metode 'cuci otak' yang belum berbasis ilmiah di sejumlah media. Klaim yang diutarakan kala itu termasuk pengobatan yang diakui dunia. Jika tindakan 'cuci otak' atau Digital Subtraction Angiography (DSA) yang dilakukan Teraan tidak sesuai standar profesi dan prosedur, maka tak ada perlindungan hukum yang akan diberikan.

"Tentu perlindungan hukum ini tidak akan didapatkan. Hak perlindungan hukum tidak akan didapatkan diperoleh oleh dokter yang bersangkutan. Ini implikasinya," tegasnya.

Lebih lanjut, Beni mengatakan siap menyambut rencana mediasi dari Menkes Budi Gunadi Sadikin dengan Terawan. Sebab pihaknya tidak ingin pemecatan Terawan dari IDI menjadi gaduh terus di publik.



Simak Video "Butet Kartaredjasa: Saya Pokoknya Percaya sama Terawan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT