Senin, 04 Apr 2022 19:50 WIB

Bukan Cuma Terawan, IDI Akui Ada Ratusan Dokter Hadapi Penegakan Disiplin

Firdaus Anwar - detikHealth
Ikatan Dokter Indonesia dan Komisi IX DPR RI menggelar di kompleks parlemen hari ini. Rapat dengar pendapat itu membahas agenda penjelasan tentang tugas pokok dan fungsi (tupoksi) IDI sebagai organisasi profesi kedokteran di Indonesia. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pemberhentian Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menuai kontroversi. IDI menepis anggapan hanya 'menargetkan' Terawan dalam kasus penegakan disiplin kode etik.

Berbicara dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Ketua Pengurus Besar IDI (PB IDI) dr Adib Khumaidi menjelaskan bahwa proses penegakan etika di IDI tidak hanya dilakukan pada satu orang dokter. Tiap tahun IDI mengklaim bisa menghadapi sampai ratusan kasus penegakan disiplin anggotanya.

"Di internal kami proses etik itu bukan hanya satu orang. Kita sudah banyak melakukan proses etik di internal, sanksi etik ada, bahkan proses klarifikasi pun tidak memandang siapapun," kata dr Adib dalam rapat yang disiarkan secara daring, Senin (4/4/2022).

"Mau pimpinan PB IDI atau anggota sudah pernah dipanggil untuk melakukan klarifikasi ataupun sanksi," lanjutnya.

Hal ini disebut dr Adib menjadi bukti bahwa proses penegakan disiplin menjadi kewenangan penuh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI. Tidak ada perlakuan istimewa yang diberikan untuk seluruh anggotanya.

"Setahun itu yang terakhir bahkan hampir 200 kasus disiplin kedokteran yang diselesaikan. Itupun disampaikan pada kami untuk diteruskan ke anggota. Proses itu berjalan dengan baik, tidak ada kemudian menimbulkan gejolak dan anggota melaksanakan keputusan MKEK," pungkasnya.

Simak Video 'Momen Legislator NasDem Cecar IDI Buntut Pemecatan Terawan':

[Gambas:Video 20detik]



(fds/fds)