ADVERTISEMENT

Selasa, 05 Apr 2022 16:30 WIB

Seganas Apa Varian XE Gabungan Omicron BA.1 dan BA.2? Satgas IDI Bilang Begini

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Corona Viruses against Dark Background Seganas apa varian XE gabungan Omicron BA.1 dan BA.2? (Foto: Getty Images/loops7)
Jakarta -

Belakangan publik kembali dibuat khawatir akan munculnya varian XE yakni gabungan subvarian Omicron BA.1 dan BA.2. Diketahui, varian ini pertama kali dilaporkan di Inggris pada awal tahun 2022 kemarin.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian XE 10 persen lebih cepat menular dari Omicron BA.2. Sementara itu, Badan Kesehatan Inggris (UKHSA) tengah mempelajari varian XE yang sudah menyumbang 637 kasus di Inggris.

"Rekombinan khusus ini, XE, telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang bervariasi dan kami belum dapat memastikan apakah ia memiliki keunggulan pertumbuhan yang sebenarnya," terang Kepala transisi penasehat medis UKHSA, Profesor Susan Hopkins, dikutip dari Independent, Selasa (5/4/2022).

Lantas, apakah varian XE ini lebih berbahaya dari varian COVID-19 sebelumnya?

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menerangkan, hingga saat ini belum ada bukti bahwa varian XE bersifat seperti varian Alpha, Delta ataupun Omicron. Namun disebutkan, tingkat pertumbuhan varian XE sebesar 9,8 persen di atas Omicron BA.2

Dengan alasan tersebut, Prof Zubairi mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan seperti tetap menggunakan masker.

"Belum ada alasan untuk khawatir. Tetap pakai masker," tulis Prof Zubairi dalam cuitan Twitternya, dikutip Selasa (5/4/2022).



Simak Video "Heboh Varian Baru XE, WHO Sebut Lebih Menular Dibanding Omicron BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT