Dear Warga +62, WHO Minta Pengguna Vaksin Sinovac Segera Booster

ADVERTISEMENT

Dear Warga +62, WHO Minta Pengguna Vaksin Sinovac Segera Booster

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Rabu, 06 Apr 2022 11:00 WIB
Antusiasme warga untuk mendapatkan vaksin COVID-19 di Trans Studio Mall Cibubur, Depok, Jawa Barat, terpantau sangat tinggi. Beginilah potret saat dari proses antre hingga vaksinasi.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta mereka yang menggunakan vaksin COVID-19 berbasis inactivated virus seperti Sinovac untuk segera mendapatkan dosis ketiga atau booster. Rekomendasi ini khususnya ditujukan pada lansia dan orang dengan gangguan imun.

Meski begitu, WHO telah mengingatkan pemberian vaksin dosis pertama harus menjadi prioritas dibandingkan booster, mengingat capaian vaksinasi di sebagian besar negara berkembang masih rendah.

Dikutip dari laman United Nation, Kelompok Ahli Penasihat Strategis tentang imunisasi (SAGE) mengatakan dosis tambahan harus ditawarkan 'sebagai bagian dari seri primer yang diperpanjang'. Sebab beberapa kelompok seperti lansia dan mereka dengan gangguan imun cenderung tidak merespon vaksinasi dan berisiko tinggi terhadap COVID-19 yang parah.

"Orang berusia 60 dan lebih tua yang menerima vaksin Sinovac dan Sinopharm harus mendapatkan dosis ketiga," tulis WHO.

Jenis Vaksin Booster untuk Sinovac

Berdasarkan Surat Edaran terbaru Kemenkes nomor SR.02.06/II/ 1188 /2022, tentang Penambahan Regimen Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster), Kementerian Kesehatan RI menetapkan enam kombinasi booster dengan empat jenis vaksin yang digunakan, yaitu:

  • Pfizer
  • AstraZeneca
  • Moderna
  • Sinopharm

Jenis vaksin booster untuk Sinovac pada saat ini menggunakan metode heterolog atau vaksin yang berbeda dari jenis vaksin sebelumnya. Terdapat empat kombinasi dari empat jenis vaksin booster untuk Sinovac, yakni:

  • Vaksin AstraZeneca setengah dosis
  • Vaksin Pfizer setengah dosis
  • Vaksin Moderna dosis penuh
  • Vaksin Sinopharm dosis penuh


Simak Video "Booster Kedua untuk Lansia Direstui, Bagaimana dengan Masyarakat Umum?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT