Jumat, 08 Apr 2022 05:00 WIB

5 Kondisi Ibu Hamil yang Tak Disarankan Dokter Ikutan Puasa

Firdaus Anwar - detikHealth
Cute and lovely pregnant Muslim woman and her Muslim friend, spending the time together on a city street. Bumil tidak disarakan puasa jika ada tanda-tanda ini. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Ibu hamil dalam kondisi normal dan sehat sebenarnya boleh saja mengikuti ibadah puasa. Hanya saja memang ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, bisa membuat ibu hamil tidak fit untuk berpuasa.

Spesialis kandungan dr Zeissa Rectifa Wismayanti, SpOG, dari Rumah Sakit (RS) Pondok Indah - Bintaro Jaya menyarankan agar ibu hamil sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu. Nantinya dokter yang akan menilai apakah kondisi tubuh cukup fit untuk berpuasa setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

Menurut dr Zeissa, setidaknya ada lima kondisi ibu hamil yang tidak disarankan berpuasa demi menjaga kesehatan dan kesejahteraan janin. Berikut penjelasannya:

1. Mual Muntah Berlebih

Pada ibu hamil yang mengalami masalah mual muntah berlebih (hyperemesis gravidarum), menjaga asupan nutrisi yang cukup bisa menjadi tantangan. Hal ini rentan terjadi pada ibu dengan usia kehamilan muda.

Padahal nutrisi yang cukup sangat dibutuhkan dan penting untuk perkembangan janin. Oleh sebab itu ibu hamil dengan kondisi ini tidak disarankan berpuasa karena bisa semakin mempersulit asupan nutrisinya.

"Periode awal kehamilan ini merupakan masa sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin, karena di periode inilah organ janin mulai terbentuk. Ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dengan baik guna menunjang tumbuh kembang janin," kata dr Zeissa.

2. Hemoglobin Rendah

Kadar hemoglobin yang rendah menunjukkan adanya risiko terjadinya anemia. Ibu hamil dengan anemia justru membutuhkan asupan protein dan zat besi untuk mendukung tumbuh kembang janin secara optimal.

3. Diabetes

Ibu hamil dengan diabetes bisa memiliki tantangan yang lebih dalam menjaga kadar gula darahnya. Bila tidak terkontrol, puasa malah dapat meningkatkan risiko hipoglikemia atau kadar gula darah rendah yang berbahaya.

"Berpuasa bagi penyandang diabetes saja memerlukan kiat khusus, apalagi bagi penyandang diabetes yang sedang hamil," kata dr Zeissa.

"Hal ini tentu berbahaya bagi kondisi kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Maka itu, ibu hamil dengan diabetes kurang dianjurkan untuk berpuasa," lanjutnya.

4. Mengeluarkan Flek atau Perdarahan

Ketika mengalami flek atau perdarahan, ibu hamil sebaiknya tidak melanjutkan puasanya. Hal yang dikhawatirkan adalah jika perdarahan terjadi semakin parah, perkembangan dan kesehatan janin juga dapat terganggu.

5. Gangguan Sistem Pencernaan

Gangguan pencernaan, seperti dispepsia atau mag dapat mempersulit kondisi ibu hamil yang ingin berpuasa. Bila dipaksakan khawatirnya kondisi semakin parah sehingga malah mengganggu kesehatan secara umum.

"Apabila tetap memaksakan puasa, dikhawatirkan dapat memperparah kondisi gangguan pencernaan yang dialami," ungkap dr Zeissa.



Simak Video "Cara Buka Puasa yang Baik Agar Perut Tak Kaget"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)