Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan sebanyak lebih dari 100 serangan Rusia telah menyasar fasilitas perawatan kesehatan dan transportasi termasuk ambulans di Ukraina. Hal itu berlangsung selama enam pekan terakhir dan ditegaskan telah melanggar hukum humaniter internasional.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan, serangan tersebut menimbulkan sekitar 73 orang tewas dan 51 terluka, termasuk petugas kesehatan dan pasien.
"Kami marah karena serangan terhadap perawatan kesehatan terus berlanjut," tegas Tedros dalam konferensi pers di Washington D.C., dikutip dari CNBC, Jumat (8/4/2022).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu ia sampaikan dalam peringatan Hari Kesehatan Dunia yang juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan Amerika Serikat Xavier Becerra.
Tedros menegaskan, lebih dari 100 serangan Rusia terhadap fasilitas kesehatan Ukraina tersebut merupakan 'tonggak sejarah yang suram'.
"Perdamaian adalah satu-satunya jalan ke depan," beber Tedros.
"Saya sekali lagi menyerukan kepada Federasi Rusia untuk menghentikan perang," imbuhnya.
Pernyataan Tedros tersebut dikeluarkan pada hari ke-42 invasi Rusia yang telah menyebabkan ratusan kematian hingga cedera warga sipil Ukraina termasuk puluhan anak-anak.
Tedros memaparkan, pihaknya tetap mengupayakan langkah-langkah untuk menjaga sistem kesehatan Ukraina. Di antaranya dengan bekerja dengan negara-negara tetangga untuk mendukung akses perawatan bagi para pengungsi, serta mengirimkan 180 metrik ton pasokan medis ke daerah-daerah paling terimbas invasi di negara tersebut.
Simak Video 'Zelensky: Situasi di Borodyanka Lebih Mematikan Dibanding Bucha':











































