Sabtu, 09 Apr 2022 06:25 WIB

Terpopuler Sepekan

Buka Suara IDI Usai 'Pecat' Eks Menkes Terawan, Ini Penjelasan Lengkapnya

Firdaus Anwar - detikHealth
SBY dan Prabowo hadiri pemberian gelar profesor kehormatan ke Terawan (Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA) Kisruh pemberhentian keanggotaan Terawan dari IDI. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)
Jakarta -

Kisruh antara mantan Menkes Terawan Agus Putranto dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kembali mencuat beberapa hari ini. Bermula dari video viral pemberhentian permanen keanggotaan Terawan dari IDI.

Dalam video yang ramai dibagikan di media sosial sejak akhir Maret lalu, tampak seorang pria membacakan penghentian Terawan dari keanggotaan IDI berdasarkan keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh IDI lewat konferensi pers.

"Keputusan muktamar IDI ke-31 telah memutuskan dan menetapkan kode etik yang memutuskan pemberhentian sejawat dr Terawan Agus Putranto," kata juru bicara PB IDI dr Beni Satria di konferensi pers, Kamis (31/3/2022).

Penjelasan IDI Berhentikan Terawan

IDI mengatakan rekomendasi memberhentikan Terawan bukan melalui waktu yang pendek. MKEK IDI sudah melakukan proses yang panjang, termasuk memanggil Terawan sejak tahun 2013 terkait terapi 'cuci otak' DSA-nya untuk dimintai kejelasan.

Terapi pasien stroke dengan DSA dianggap oleh IDI belum lulus uji klinis dan minim dukungan kajian ilmiah. Terawan disebut sudah diberi kesempatan untuk membuktikan terapinya, namun berkali-kali mangkir.

"Pada waktu itu, majelis mengatakan bahwa mereka sudah memanggil (Terawan), tetapi tidak datang," papar Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) periode 2015-2018, Prof dr Ilham Oetama Marsis, SpOG, dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI.

Menurut Prof Marsis, Terawan awalnya sempat mau bertemu untuk menyelesaikan konflik. Hanya saja sampai tahun 2018, ketika IDI memberikan waktu untuk Terawan melengkapi bukti dan alasan terkait dugaan kelalaian praktik, hubungan komunikasi kembali tidak berjalan dengan baik.

"Dalam kesimpulan, saya melihat suatu cara yang tidak komunikatif itu terjadi di antara Pak Terawan dengan Majelis Kode Etik. Buktinya, saya telepon dalam 3 hari beliau datang mau ketemu saya," ungkap Prof Marsis.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video " Irma Chaniago Apresiasi Sikap Terawan yang Pilih Diam saat Dipecat IDI"
[Gambas:Video 20detik]