Senin, 11 Apr 2022 15:30 WIB

Fakta-fakta Salmonella, Bakteri yang Bikin Kinder Joy Disetop BPOM

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Kinder Joy Fakta-fakta Salmonella, bakter yang bikin Kinder Joy ditarik BPOM (Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth)
Jakarta -

Beberapa negara di Eropa sedang berhadapan dengan wabah Salmonella. Pada Rabu (6/4/2022) Badan Kesehatan Uni Eropa (European Union's health agency) tengah menyelidiki kasus Salmonella yang berkaitan dengan telur coklat Kinder.

Sementara itu Badan Pengawas Obat dan Makanan RI menghentikan sementara produk cokelat merek Kinder yang terdaftar di Indonesia untuk sementara waktu, sampai dipastikan produk tersebut tidak mengandung cemaran bakteri Salmonella.

"Untuk melindungi masyarakat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, Badan POM akan melakukan random sampling dan pengujian di seluruh wilayah Indonesia terhadap produk merek Kinder yang terdaftar," tulis BPOM dalam keterangan resmi, Senin (11/4/2022).

Lantas, apa itu Salmonella yang membuat telur coklat Kinder ditarik dari pasaran? Berikut fakta-fakta mengenai Salmonella dirangkum detikcom dari berbagai sumber.

Apa itu Salmonella?

Dikutip dari WebMD, Salmonella merupakan jenis bakteri yang sering menjadi penyebab penyakit terkait makanan di Amerika Serikat. Salmonella tidak dapat dilihat, dicium, ataupun dirasakan.

Penyakit yang disebabkan bakteri Salmonella disebut Salmonellosis yang bisa menyebabkan penderitanya sakit perut, diare, demam, nyeri, bahkan kram perut. Rata-rata orang yang terinfeksi bakteri Salmonella akan membaik selama 4-7 hari.

Sementara menurut penjelasan Mayoclinic, Salmonellosis merupakan penyakit bakteri yang biasa mempengaruhi saluran usus. Bakteri Salmonella biasanya hidup di usus hewan dan manusia, kemudian dikeluarkan melalui feses.

Gejala terinfeksi Salmonella

Sebagian besar tanda dan gejala terinfeksi Salmonella berhubungan dengan perut, seperti:

  • Kram di perut
  • Feses berdarah
  • Diare
  • Menggigil dan kedinginan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Muntah

Gejala cenderung muncul 8 hingga 72 jam setelah terinfeksi. Sebagian besar gejala hanya bertahan kurang lebih seminggu, tetapi ada sebagian orang memerlukan beberapa bulan untuk feses kembali normal.

Penyebab infeksi Salmonella

Bakteri salmonella bisa menyebar melalui makanan yang terkontaminasi. Berikut beberapa jenis makanan umum yang bisa terkontaminasi bakteri salmonella:

  • Daging mentah dan setengah matang, termasuk ayam, kalkun, bebek, sapi, sapi muda, dan babi
  • Buah atau sayuran mentah
  • Susu yang tidak dipasteurisasi, termasuk keju lunak, es krim, dan yogurt
  • Telur mentah atau setengah matang
  • Makanan olahan seperti chicken nugget dan selai kacang

Seseorang juga bisa terinfeksi bakteri Salmonella secara langsung melalui:

  • Tidak pernah mencuci tangan
  • Hewan peliharaan. Hewan termasuk anjing, kucing, burung, dan reptil dapat membawa bakteri Salmonella

Cara mencegah terinfeksi Salmonella

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Salmonella bisa ditemukan di mana saja. Berikut beberapa hal yang bisa mencegah bakteri Salmonella:

  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyiapkan makanan
  • Memasak bahan makanan sampai matang, hindari makan makanan setengah matang
  • Ketika menyimpan makanan, pisahkan makanan mentah, buah, sayur, dan makanan mantang, agar tidak terjadi kontaminasi silang
  • Simpan makanan yang tidak dimakan di dalam kulkas. Bakteri Salmonella berkembang dengan cepat di suhu ruang dan udara hangat


Simak Video "Kinder Joy Boleh Dijual Lagi! BPOM Nyatakan Aman dari Salmonella"
[Gambas:Video 20detik]
(any/kna)