Selasa, 12 Apr 2022 10:30 WIB

WHO Pantau Kasus COVID-19 di China, Makin Ngeri?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Residents line up for a coronavirus test inside barricaded residential buildings locked down for monitoring following a COVID-19 case detected in the area Monday, March 28, 2022, in Beijing. China began its largest lockdown in two years Monday to conduct mass testing and control a growing outbreak in its largest city of Shanghai as questions are raised about the economic toll of the nations Foto: AP/Andy Wong
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini tengah memantau secara ketat kasus COVID-19 yang melonjak pesat di China. Hal tersebut diduga akibat dari merebaknya sub varian BA.2 atau Son of Omicron.

Direktur program imunisasi dan vaksin WHO, Dr Kate O'Brien, mengungkapkan bahwa organisasi tersebut juga telah berhubungan dengan otoritas kesehatan masyarakat China untuk mengetahui perkembangan COVID-19, termasuk efektivitas lockdown hingga vaksin.

"Kami akan terus mengikuti situasi itu karena terus muncul dan saat mereka menanggapi situasi sehingga kami dapat memahami sifat kasus, status vaksinasi yang mendasari dan komponen lain di sana," kata O'Brien saat konferensi pers, dari kantor pusat organisasi di Jenewa, dikutip dari CNBC International, Selasa (12/4/2022).

Meskipun kasusnya tergolong rendah daripada sejumlah negara, namun China melaporkan 1.184 kasus bergejala dan 26.411 tanpa gejala pada hari Minggu (10/4). Angka tersebut merupakan salah satu rekor kasus tertinggi yang dialami China.

Karena hal tersebut, sejumlah wilayah China pun menerapkan pembatasan atau lockdown sekitar satu minggu sebagai upaya pemulihan negara dari gelombang pandemi.

Di sisi lain, Ketua Kelompok Penasehat Strategis WHO untuk Imunisasi, Dr Alejandro Cravioto, mengatakan penting untuk melihat apakah lockdown yang diterapkan semacam itu akan efektif. Termasuk juga vaksin COVID-19 yang digunakan oleh China dalam menahan wabah terbaru Son of Omicron atau sub varian BA.2.

"Sampai kami benar-benar melihat data yang keluar, kami tidak akan dapat memberikan komentar lebih lanjut," kata Cravioto.



Simak Video "Subvarian Omicron Selain 'Siluman' BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)