Rabu, 13 Apr 2022 14:00 WIB

Bahaya Tidur Setelah Sahur, Bisa Picu GERD! Begini Menghindarinya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Asian woman stomachache, feel pain for period conceptAsian woman stomachache, feel pain for period concept Bahaya tidur setelah sahur (Foto: Getty Images/iStockphoto/Nattakorn Maneerat)
Jakarta -

Bahaya tidur setelah sahur merupakan informasi penting yang perlu diketahui banyak orang. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang memutuskan tidur setelah makan saat sahur. Hal tersebut karena mereka tak bisa menahan kantuk lantaran harus bangun lebih awal untuk sahur.

Karena kebiasaan itu lah seseorang mendapatkan kondisi yang tidak fit, seperti lemas saat menjalani puasa Ramadan.

Lantas, apa sih bahaya tidur setelah sahur?

Salah satu bahaya tidur setelah sahur adalah terkena Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Penyakit ini merupakan gangguan pencernaan yang disebabkan oleh asam lambung naik ke kerongkongan.

"GERD adalah suatu kondisi di mana asam lambung atau isi dari lambung itu keluar dari lambung dan naik ke kerongkongan atau esofagus," kata dokter spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, SpPD KGEH, dari RS Brawijaya Depok saat ditemui oleh detikcom, Senin (28/3/2022).

"Kalau asam lambung naik ke atas (kerongkongan) atau esofagus itu akan menyebabkan gangguan iritasi karena dinding dari esofagus atau kerongkongan itu tidak didesain untuk menahan asam," sambungnya.

Ketika seseorang memutuskan tidur setelah sahur, asam lambung akan lebih mudah naik ke kerongkongan. Sebab, posisi tidur dapat membuat katup lambung dan kerongkongan tidak menutup sepenuhnya.

"Saat makanan ada di lambung sedang dicerna maka kemungkinan makanan naik ke kerongkongan akan semakin besar saat kita berbaring," tutur dr Aru saat dihubungi terpisah, Rabu (13/4/2022).

Apabila kondisi ini terus menerus dibiarkan begitu saja, bisa memicu sejumlah efek samping lainnya, seperti rasa dada terbakar, gigi bolong, hingga mulut pahit di pagi hari.

Oleh karena itu, dr Aru menyarankan tidur setelah 2 jam sehabis sahur untuk menghindari sejumlah gangguan pencernaan, seperti GERD, gastritis (peradangan di lambung), dan penyakit maag lainnya. Juga, menghindari sejumlah makanan yang bisa memicu produksi asam lambung semakin tinggi saat sahur.

"Disarankan 2 jam setelah makan sahur baru berbaring. Hindari terlalu pedas, jangan yang asam, dan kopi. Sebaiknya (makan) yang tinggi serat, " tuturnya.

"Penyakit lain yang paling sering maag atau gastritis," lanjutnya lagi.



Simak Video "Amankah Pengidap Asam Lambung Jalankan Puasa?"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)