BPOM Tarik Cokelat Kinder Joy, Ini Fakta-Fakta yang Perlu Diketahui

ADVERTISEMENT

Round Up

BPOM Tarik Cokelat Kinder Joy, Ini Fakta-Fakta yang Perlu Diketahui

Rosiana Muliandari - detikHealth
Kamis, 14 Apr 2022 20:30 WIB
Kinder Joy
Fakta-fakta seputar penarikan produk Kinder oleh BPOM terkait kabar temuan kontaminasi Salmonella. Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth
Jakarta -

Tepatnya pada hari Senin (11/4/2022) lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) berencana menarik produk cokelat merek Kinder dari pasaran. Hal ini dikarenakan adanya laporan bakteri Salmonella dalam cokelat Kinder dari beberapa negara.

"Badan POM akan menghentikan peredaran produk merek Kinder untuk sementara waktu, sampai dipastikan produk tersebut tidak mengandung cemaran bakteri Salmonella," tulis BPOM dalam keterangan resmi, Senin (11/4/2022).

Berikut fakta-fakta yang perlu diketahui seputar hal ini, mulai dari awal munculnya kasus tersebut hingga seputar Salmonella.

1. Berawal dari peringatan FSA Inggris

Pada 2 April 2022, Food Standard Agency (FSA) Inggris menerbitkan peringatan publik mengenai penarikan cokelat merek Kinder Surprise karena diduga terkontaminasi bakteri Salmonella.

Ada sebanyak 63 anak yang terlapor menjangkit salmonella setelah mengkonsumsi Kinder Surprise. Dari kasus-kasus tersebut, tidak ada kasus yang menyebabkan kematian dan bergejala ringan seperti diare, demam, dan kram perut.

Peringatan yang dikeluarkan oleh FSA Inggris juga telah diikuti oleh beberapa negara lainnya di Eropa. Negara tersebut antara lain adalah Irlandia, Prancis, Jerman, Belanda, dan Swedia.

2. Deretan produk Kinder yang ditarik

Mengikuti peringatan FSA Inggris, BPOM RI juga akan menarik produk cokelat merek Kinder untuk sementara ini. Berikut rincian produknya:

  • Kinder Surprise kemasan tunggal 20 gram dan kemasan isi 3 @ 20 gram (kedaluwarsa tanggal 7 Oktober 2022)
  • Kinder Surprise 100 gram (kedaluwarsa 20 April 2022 - 21 Agustus 2022)
  • Kinder Mini Eggs 75 gram (kedaluwarsa 20 April 2022 - 21 Agustus 2022)
  • Kinder Egg Hunt Kit 150 gram (kedaluwarsa 20 April 2022 - 21 Agustus 2022)
  • Kinder Schokobons 200 gram (kedaluwarsa 20 April 2022 - 21 Agustus 2022)

"Produk dari Kinder tersebut yang ditarik oleh institusi Belgia itu tidak diedarkan di Indonesia. Dia tidak mendapatkan izin edar di Indonesia. Bisa jadi yang tidak mendapat izin edar bisa saja secara online karena hal itu bisa jadi dengan situasi masyarakat sekarang ada peredaran online," kata Penny saat ditemui detikcom di Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2022).

3. Kinder Joy juga ikut ditarik

Meski belum ada laporan Salmonella di Indonesia karena cokelat Kinder Joy, BPOM tetap menarik cokelat tersebut demi meningkatkan kehati-hatian.

Cokelat berbentuk telur yang berhadiah ini sebelumnya merupakan produk Kinder yang terdaftar di BPOM dan berasal dari PT Ferrero cabang India. Rincian produk Kinder Joy yang akan ditarik antara lain Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls.

"Yang mendapat izin edar dari BPOM adalah produk Kinder yang diproduksi dari India. Tapi karena ini adalah produk untuk anak-anak, saya merasa kita harus berhati-hati. Jadi apalagi walaupun fasilitas produksinya berbeda dari India. Untuk kehati-hatian tersebutlah, kami melakukan penghentian sementara," ujar Penny.

4. Serba-serbi Salmonella

Salmonella, dikutip dari Mayoclinic, merupakan penyakit bakteri yang biasa mempengaruhi saluran usus. Biasanya, bakteri ini hidup di usus hewan dan manusia yang kemudian dikeluarkan melalui feses.

Beberapa gejala Salmonella antara lain kram perut, diare, demam, menggigil atau kedinginan, sakit kepala, sakit perut, muntah, hingga feses berdarah. Gejala tersebut sebagian besar muncul 8 hingga 72 jam setelah terinfeksi dan bertahan kurang lebih seminggu.

Umumnya, Salmonella dapat disebabkan karena mengkonsumsi berbagai jenis daging mentah dan setengah matang, buah atau sayuran mentah, susu yang tidak dipasteurisasi, telur mentah atau setengah matang, makanan olahan seperti nugget ayam.

Namun, selain makanan, Salmonella juga dapat menginfeksi tubuh jika seseorang lalai mencuci tangannya dan dapat terjangkit dari hewan peliharaan.

Beberapa cara mencegah infeksi Salmonella adalah dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, memasak makanan hingga matang, menyimpan makanan mentah dan makan secara terpisah, dan simpan makanan dalam kulkas.



Simak Video "Respons Tubuh saat Konsumsi Makanan yang Terkontaminasi Salmonella"
[Gambas:Video 20detik]
(Rosiana Muliandari/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT