Terkuak Alasan Ramai-ramai Negara Miskin Tolak Vaksin AstraZeneca

Terkuak Alasan Ramai-ramai Negara Miskin Tolak Vaksin AstraZeneca

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 15 Apr 2022 09:00 WIB
Terkuak Alasan Ramai-ramai Negara Miskin Tolak Vaksin AstraZeneca
Vaksin AstraZeneca. (Foto: Getty Images/Antonio Masiello)
Jakarta -

Ramai-ramai vaksin AstraZeneca ditolak negara miskin, jumlahnya mencapai 35 juta dosis vaksin. Global Alliance for Vaccines and Immunization (Gavi) menyebut banyak negara yang lebih memilih vaksin Moderna, Pfizer, dan vaksin Johnson & Johnson atau Janssen.

Dikutip dari Reuters, dokumen terkait program COVAX mengungkap alasan di balik penolakan puluhan juta dosis vaksin AstraZeneca. Rupanya, masa kedaluwarsa vaksin AstraZeneca relatif singkat yakni enam bulan.

Pasalnya, masa kedaluwarsa vaksin AstraZeneca yang singkat menjadi tantangan banyak negara miskin terkait keterbatasan infrastruktur sehingga vaksin tidak bisa diberikan dalam waktu cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada indikasi preferensi umur penyimpanan yang tidak bisa dipenuhi dengan suplai vaksin AstraZeneca," ujar seorang juru bicara untuk Gavi seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/4/2022).

Gavi menyebut pihaknya sudah mengajukan perpanjangan masa kedaluwarsa vaksin pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). AstraZeneca disebut tengah berupaya dengan regulator dan WHO untuk memperpanjang masa penyimpanan tersebut.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, WHO sudah memperpanjang masa kedaluwarsa atau masa simpan vaksin AstraZeneca produksi India, Covishield, dari enam bulan menjadi sembilan bulan.

Saksikan juga Blak-blakan Ismail Fahmi, DroneEmprite : "Big Data Luhut Tidak Masuk Akal"

[Gambas:Video 20detik]



(naf/naf)

Berita Terkait