ADVERTISEMENT

Senin, 18 Apr 2022 09:30 WIB

Singapura Bandingkan Efektivitas Vaksin Pfizer Vs Sinovac, Begini Hasilnya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Warga di Dieng Batur, Banjarnegara, antusias ikuti kegiatan vaksinasi COVID-19 massal. Seperti diketahui, vaksinasi gencar dilakukan demi capai herd immunity. Vaksinasi COVID-19. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Singapura baru-baru ini merilis hasil studi mengenai efektivitas vaksin COVID-19 terhadap potensi penyakit parah akibat infeksi virus SARS-CoV-2.

Studi oleh para ahli penyakit menular ini melihat perbedaan kemanjuran vaksin antara vaksin berbasis mRNA, seperti yang Pfizer-BioNTech/Comirnaty, dan yang menggunakan virus COVID-19 yang tidak aktif atau inactivated seperti Sinovac.

Penelitian ini mencakup periode tujuh minggu, dari 1 Oktober 2021 hingga 21 November 2021, dan melibatkan hampir tiga juta orang dewasa berusia 20 tahun ke atas yang telah menerima dua dosis pertama vaksin Covid-19 mereka.

Dikutip dari Strait Times, studi menemukan, dibandingkan dengan orang yang memilih vaksin Pfizer, penerima Sinovac 2,37 kali lebih mungkin terinfeksi COVID-19. Selain itu vaksin Sinovac 60 persen efektif melawan penyakit parah, sementara Pfizer 90 persen.

"Studi di Singapura menunjukkan risiko Covid berat lima kali lipat dengan Sinovac vs Pfizer," tulis seorang profesor asal Singapura, Lye, di akun Twitternya.

Meski demikian para penulis mencatat, bagaimanapun, bahwa bahkan dengan tingkat perlindungan yang lebih rendah yang ditawarkan oleh vaksin inactivated daripada vaksin mRNA, kedua jenis vaksin memberikan perlindungan yang cukup terhadap gejala COVID-19 yang parah. Mereka juga menegaskan bahwa vaksinasi tetap menjadi strategi utama melawan pandemi.

Otoritas Singapura juga menyarankan bahwa orang yang telah menggunakan dua dosis vaksin Sinovac harus mendapatkan vaksin Pfizer atau Moderna sebagai dosis ketiga dalam seri vaksinasi utama mereka. Jika tidak, mereka harus mendapatkan dosis ketiga Sinovac.

"Kami akan terus memantau efektivitas vaksin dari vaksin mRNA dan non-mRNA, termasuk bagaimana mereka ditingkatkan dengan dosis ketiga atau dosis booster," kata pihak berwenang.

Simak Video: Efektivitas Pfizer Terhadap Omicron Pada Anak 5-11 Tahun Hanya 12 Persen

[Gambas:Video 20detik]



(kna/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT