Senin, 18 Apr 2022 19:31 WIB

Berhubungan Intim Tapi Sperma Dikeluarkan di Luar Apakah Bisa Hamil?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
ilustrasi sperma Berhubungan intim tapi sperma dikeluarkan di luar apakah bisa hamil? (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Berhubungan intim tapi sperma dikeluarkan di luar apakah bisa hamil? Pertanyaan ini kerap dicari oleh sebagian pasangan yang mungkin pernah memikirkan strategi ejakulasi di luar vagina untuk mencegah kehamilan.

Mengingat sperma perlu bertemu dengan sel telur untuk terjadinya pembuahan, sehingga banyak yang percaya metode sperma keluar di luar dapat mencegah kehamilan terjadi. Lalu, benarkah demikian?

Kehamilan Terjadi Akibat Cairan Pra-Ejakulasi

Menanggapi berhubungan intim tapi sperma dikeluarkan di luar apakah bisa hamil atau tidak, ahli kandungan, dr Anggi Pratiwi, SpOG, dari Morula IVF Ciputat, menjelaskan metode 'pull out' atau keluar di luar' sebenarnya bukanlah kontrasepsi yang efektif untuk mencegah kehamilan. Pasalnya, kehamilan masih bisa terjadi karena berbagai hal salah satunya cairan pre-ejakulasi.

Dikutip dari What to Expect, pra-ejakulasi atau disebut precum merupakan cairan yang keluar sebelum pria ejakulasi. Cairan ini tetap mengandung sperma, meskipun jumlahnya sedikit.

kebanyakan pria tidak tahu kapan mereka pernah mengalami ejakulasi sebelumnya. Hal ini pun membutuhkan latihan pengendalian diri, yang bisa sangat sulit dilakukan di tengah bercinta.

"Cara ini bukanlah metode kontrasepsi, benar-benar tidak efektif. Peluang gagalnya sangat tinggi," ujar Lauren F Streicher, MD, profesor klinis kebidanan dan ginekologi dari Northwestern University, dikutip dari Greatist.

Oleh karena itu, American Pregnancy Association menyebut berhubungan intim tapi sperma dikeluarkan di luar sangat mungkin bisa membuahi sel telur.

Kehamilan Terjadi Akibat Sperma Masuk Lewat Lendir

dr Anggi juga menjelaskan bila kemudian air mani memang dikeluarkan di luar, sperma bisa saja masuk ke vagina lewat jalan lendir. Itu mengapa kehamilan kemungkinan bisa terjadi.

"Apabila sudah dikeluarkan di luar namun masih dekat area kemaluan perempuan (dekat labia) dan kontak dengan lendir vagina, maka sperma tetap dapat tersalurkan ke dalam vagina kemudian ke dalam rahim dan bisa terjadi kehamilan apabila ada sel telur," kata dr Anggi pada detikcom.

Sperma Keluar di Luar Bisa Memicu Penyakit Kelamin Menular

Sengaja mengeluarkan sperma di luar vagina juga bukan berarti dapat mencegah penularan infeksi menular seksual (IMS). Beberapa infeksi, seperti herpes, klamidia, sifilis atau gonore tetap bisa terjadi. Ini termasuk dari cairan pra-ejakulasi.

Jadi, bagi pasangan yang masih penasaran terkait berhubungan intim tapi sperma dikeluarkan di luar apakah bisa hamil? Jawabannya masih bisa terjadi.

Oleh karena itu, penggunaan kondom selain lebih efektif mencegah kehamilan, juga membantu menurunkan risiko terjadinya IMS.



Simak Video "Plasma Konvalesen Dapat Cegah Gawat Janin Pada Bumil Terpapar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)