ADVERTISEMENT

Selasa, 19 Apr 2022 10:00 WIB

Catat Saran Satgas IDI Biar Kuat Vaksinasi COVID-19 Saat Puasa

Firdaus Anwar - detikHealth
Warga permukiman padat Sunter Agung antusias ikuti vaksinasi booster saat Ramadan. Diketahui, vaksin booster jadi syarat untuk warga yang hendak mudik lebaran. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Sebagian orang mungkin ada yang berpikir dua kali menjalani vaksinasi COVID-19 saat puasa. Ada yang khawatir vaksin membatalkan puasa atau takut efek sampingnya semakin membuat berat puasa.

Menjawab hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa bahwa vaksinasi tidak membatalkan puasa. Alasannya vaksin tidak masuk lewat rongga yang membatalkan serta ada kepentingan untuk memelihara kesehatan.

Sementara untuk menghadapi efek samping, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menyebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama adalah menyiapkan tubuh dalam kondisi fit dengan istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi saat sahur, dan tidak dehidrasi.

Berikutnya pilih waktu vaksinasi mendekati waktu berbuka atau setelah buka puasa.

Prof Zubairi mendorong agar orang-orang tidak perlu terlalu mengkhawatirkan efek samping vaksin COVID-19. Kebanyakan kasus hanya keluhan ringan, seperti lelah, sakit kepala, nyeri, dan demam yang akan sembuh sendiri.

"Bila demam? Konsumsi obat penurun demam atau parasetamol saat berbuka puasa. Jika nyeri atau bengkak di lengan tempat suntikan, Anda bisa mengatasinya dengan mengompresnya dengan air dingin," kata Prof Zubairi lewat akun Twitternya seperti dikutip pada Selasa (18/4/2022).

Bila muncul keluhan sulit bernapas, dada sesak, sulit bangun, dan bibir kebiruan maka ini baru bisa dicurigai efek samping yang lebih serius. Prof Zubairi menyarankan segera hubungi dokter.



Simak Video "Inggris Jadi Negara Pertama yang Setujui Vaksin Khusus Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT