ADVERTISEMENT

Rabu, 20 Apr 2022 10:00 WIB

Aturan Vaksin Kanker Serviks Wajib dan Gratis Bertahap, Baru di DKI dan Bali

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) juga memberikan vaksin HPV kepada siswa SD kelas 5 dan 6. Vaksin ini untuk mencegah kanker serviks atau kanker mulut rahim. Ilustrasi vaksinasi kanker HPV untuk mencegah kanker serviks. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin membawa kabar gembira, vaksin human papillomavirus (HPV) mulai tahun ini digratiskan. Vaksin HPV menjadi tambahan vaksin wajib lantaran penyebab kematian kanker terbanyak wanita Indonesia salah satunya yakni kanker serviks.

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi, kebijakan vaksin kanker serviks wajib dan gratis dimulai secara bertahap. Artinya, baru berlaku di beberapa provinsi.

"Akan jadi program pemerintah," kata Nadia saat dihubungi, Selasa (19/4).

"Di Bali dan Jakarta sudah mulai," jelas Nadia.

Proyeksi Kemenkes RI terkait kebijakan vaksin HPV menunjukkan ketentuan wajib dan gratisnya vaksin kanker serviks di seluruh provinsi Indonesia dimulai 2023 dan 2024. Sebelumnya, Menkes Budi menyebut ada tiga penambahan vaksin wajib.

Selain vaksin HPV, vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dan Rotavirus juga bakal diwajibkan. Pemerintah ditekankan Budi ingin fokus dalam langkah pencegahan alih-alih hanya terus melayani pasien di rumah sakit.

"Kita akan naikkan vaksin wajibnya kita dari 11 antigen menjadi 14, kita tambah vaksin (human papillomavirus) HPV, PCV sama rotavirus, terutama karena kematian cancer itu paling banyak wanita Indonesia tuh serviks sama breast cancer, serviks ada vaksinnya," beber Menkes dalam Pertemuan Diaspora Kesehatan Indonesia Kawasan Amerika & Eropa, Minggu (18/4/2022).

Biaya pencegahan disebut Budi jauh lebih murah dibandingkan harus dirawat di rumah sakit yang sedikitnya mengeluarkan puluhan juta rupiah untuk terapi kanker seperti operasi hingga kemoterapi.

"Dan jauh lebih nyaman juga buat si ibunya daripada masuk RS, dulu kita fokusnya terlampau banyak di kuratif. Waktu, anggaran, semuanya kuratif," beber Menkes.

Simak Video 'Ini Target Penerima Vaksin Kanker Serviks Gratis':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT