ADVERTISEMENT

Rabu, 20 Apr 2022 03:02 WIB

Round Up

Vaksin Kanker Serviks Bakal Diwajibkan, Gratis untuk Kelompok Usia Ini

Firdaus Anwar - detikHealth
Jakarta -

Kementerian Kesehatan belakangan ini mengumumkan vaksin untuk penyakit kanker serviks akan dimasukkan ke dalam program nasional mulai tahun 2022. Ini artinya vaksin bakal diwajibkan dan digratiskan untuk populasi warga yang menjadi target.

Kanker serviks sendiri merupakan salah satu jenis kanker yang penyebabnya diketahui karena infeksi virus human papillomavirus (HPV). Oleh karena itu pemberian vaksin HPV dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan kasus kanker serviks.

"Kita akan naikkan vaksin wajibnya kita dari 11 antigen menjadi 14, kita tambah vaksin (human papillomavirus) HPV, PCV sama rotavirus, terutama karena kematian cancer itu paling banyak wanita Indonesia tuh serviks sama breast cancer. Serviks ada vaksinnya," beber Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Pertemuan Diaspora Kesehatan Indonesia Kawasan Amerika & Eropa, Minggu (18/4/2022).

Berdasarkan data Globocan 2020, kasus kanker serviks di Indonesia mencapai 36.633 kasus. Kanker serviks jadi jenis kanker terbanyak kedua yang diidap para wanita setelah kanker payudara.

"Kita mau melakukan tindakan preventif dan promotif, sama seperti COVID-19 kalau kita sakit masuk rs itu kan biayanya puluhan juta," jelas Menkes Budi dalam kesempatan terpisah.

Target Vaksin Kanker Serviks Gratis

Vaksin kanker serviks atau vaksin HPV rencananya akan diberikan untuk anak-anak perempuan kelas 5-6 Sekolah Dasar (SD). Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, menjelaskan vaksinasi HPV telah dimulai di dua provinsi dan lima kabupaten/kota di Indonesia sejak 2021 dan diperluas di tiga provinsi dan lima kabupaten/kota pada tahun ini.

Rencananya, vaksinasi kanker serviks berlaku secara nasional pada 2023-2024. Kemenkes menyiapkan pelatihan vaksinasi HPV secara berjenjang dari tingkat dinas kesehatan hingga Puskesmas di setiap daerah.

"Untuk vaksin HPV yang kita berikan lewat program imunisasi nasional, maka sifatnya gratis karena menjadi tanggung jawab pemerintah," kata Prima saat dihubungi detikcom.

Di luar kelompok tersebut, vaksin HPV disebut masih akan berbayar.

"Betul (dewasa berbayar)," tambah Prima.

(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT