ADVERTISEMENT

Kamis, 21 Apr 2022 12:58 WIB

Pengalaman Suntik Vaksin Kanker Serviks, Habis Jutaan kalau Bayar Sendiri

Rosiana Putri Muliandari - detikHealth
Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) juga memberikan vaksin HPV kepada siswa SD kelas 5 dan 6. Vaksin ini untuk mencegah kanker serviks atau kanker mulut rahim. Siswi SD mendapat vaksin HPV (Ilustrasi: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, akan memasukkan vaksin human papillomavirus (HPV) menjadi salah satu vaksin wajib mulai tahun ini. Menkes juga memastikan bahwa vaksin HPV akan gratis karena sudah masuk ke dalam program pemerintah, setidaknya bagi kelompok usia tertentu yakni kelas 5-6 SD.

Langkah ini diambil karena Kementerian Kesehatan RI mencatat banyak wanita Indonesia yang meninggal karena kanker serviks dan kanker payudara.

Intan (30), seorang perempuan asal Surakarta, menceritakan pengalamannya membayar jutaan rupiah untuk mendapatkan vaksin ini. Awalnya, ia ditawari oleh temannya yang kerja di klinik untuk melakukan vaksin HPV.

Intan tidak ingat persis jenis vaksin apa yang ia gunakan karena memang sudah lumayan lama sejak ia vaksin. Namun ia menjelaskan bahwa ia harus mengeluarkan biaya sebesar 3,5 juta rupiah untuk vaksin HPV secara lengkap yakni 3 kali suntik.

"Dulu tuh [sekitar tahun 2017] masih heboh tentang almarhumah Jupe [Julia Perez] meninggal gara-gara ini. Terus aku pikir, iya, lah, nggak apa-apa keluar duit 3,5 juta kan buat kesehatan sendiri," ceritanya saat dihubungi oleh detikcom, Kamis (21/4/2022).

Sebelum mendapatkan vaksin HPV, Intan menjelaskan bahwa ia harus melakukan prosedur pap smear (screening kanker serviks) di lab dan ia mengeluarkan biaya tambahan sekitar 200 ribu rupiah.

"Jadi, syarat vaksin HPV itu harus bener-bener bersih dari penyakit kelamin. Jadi, kalau mau vaksin ini wajib pap smear. Nah, kan kalau di cek lab ada virus atau bakteri berbahaya bisa diobati sejak dini," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT