Dipastikan Bukan Bra Kawat, Ini Lho Penyebab Kanker Payudara yang Sebenarnya

ADVERTISEMENT

Dipastikan Bukan Bra Kawat, Ini Lho Penyebab Kanker Payudara yang Sebenarnya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 21 Apr 2022 17:02 WIB
Woman dressing brassiere. Close-up rear view photo
Bukan bra berkawat, ini penyebab kanker payudara yang sebenarnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Zhenikeyev
Jakarta -

Memperingati Hari Kartini 2022 menjadi momen tepat untuk membahas kesehatan wanita, salah satunya terkait kanker payudara. Sampai saat ini kanker payudara masih menjadi penyakit yang ditakutkan oleh banyak wanita.

"Bahwa angkanya sekitar 16 persen dari seluruh kanker, dan memang saat ini menjadi kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia maupun juga di dunia," tutur dokter spesialis bedah, dr Rika Lesmana, SpB, dari RS Brawijaya Saharjo, Kamis (21/4/2022).

Lantas, apa sih penyebabnya?

Pada dasarnya, kanker payudara memiliki dua golongan besar, yaitu familial breast cancer dan sporadic breast cancer. Familial breast cancer adalah kanker payudara yang kerap diidap oleh pasien berusia 40 tahun ke atas, sedangkan sporadic breast cancer lebih rentan dialami usia muda.

"Ada dua golongan besar, kelompoknya yang pertama adalah familiar breast cancer yang diakibatkan keturunan itu berkisar 15-20 persen. Kedua adalah sporadic breast cancer yang lebih banyak yang kita tidak tahu. Biasanya sporadic breast cancer ini di pasien-pasien usia 40 tahun ke atas, sedangkan familiar breast cancer itu pasien-pasien usia muda," tutur dokter spesialis bedah onkologi, dr Bob Andinata, SpB Onk, dalam kesempatan yang sama.

Adapun penyebab familial breast cancer yang perlu diketahui adalah menstruasi yang terlalu dini, faktor genetik, penggunaan KB, obesitas, hingga faktor estrogen.

"Familial breast cancer, kita bisa mendeteksi risikonya, misalnya dia menstruasi yang terlalu awal, kemudian ada faktor riwayat keluarga tingkat pertama, kemudian ada faktor lagi yang bisa dikontrol. Misalnya, kalau bisa menikah kurang dari usia 30 tahun, punya anak kurang dari usia 30 tahun, dan menyusui kalau bisa di atas satu tahun," sambungnya.

"Penggunaan KB tidak boleh lama-lama, 10 tahun harus sudah stop. Pertama KB yang mengandung hormon estrogen," sambungnya lagi.

Meskipun demikian, penyebab kanker secara umumnya masih belum diketahui secara pasti, sehingga penting sekali untuk mendeteksi dini.

"Kanker payudara belum tahu pasti, " kata dr Bob.



Simak Video "Benarkah Makanan Tertentu Bisa Picu Kanker Payudara?"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT