Mengenal Anemia, Penyakit Kekurangan Sel Darah Merah yang Bikin Sempoyongan

ADVERTISEMENT

Mengenal Anemia, Penyakit Kekurangan Sel Darah Merah yang Bikin Sempoyongan

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jumat, 22 Apr 2022 10:49 WIB
A women is feeling sick and sleeping on a sofa at home.
Ilustrasi Anemia (Foto: iStock)
Jakarta -

Anemia merupakan penyakit yang berkaitan dengan sel darah merah atau hemoglobin dengan konsentrasi rendah di dalam tubuh manusia. Kondisi ini umumnya dapat menyerang siapa saja, baik itu anak-anak, dewasa, hingga orang yang mengidap penyakit jangka panjang.

Dikutip dari Ciputra Hospital, hemoglobin atau sel darah merah memiliki fungsi sebagai pengangkut oksigen dalam darah menuju ke seluruh bagian tubuh.

Ketika seseorang mengidap anemia, maka jaringan dan organ-organ dalam tubuhnya tak memiliki kadar oksigen yang cukup untuk diedarkan. Meskipun begitu, anemia merupakan penyakit umum yang dapat disembuhkan.

Gejala Anemia

Adapun sejumlah gejala yang dirasakan seseorang saat mengalami anemia atau kekurangan darah, seperti:

  • Adanya rasa pusing, kepala terasa ringan hingga rasa ingin pingsan
  • Ketidakteraturan detak jantung, bisa menjadi lebih cepat atau lebih lambat
  • Kepala terasa sakit
  • Adanya rasa sakit pada bagian tulang, dada, perut dan persendian
  • Tarikan napas yang lebih pendek
  • Warna kulit menjadi pucat atau kuning
  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Mudah lelah dan lemah

Penyebab Anemia

Penyebab anemia terbagi menjadi tiga kategori, yaitu akibat kehilangan banyak darah, berkurangnya atau kecacatan hasil produksi sel darah merah, dan hancurnya sel darah merah. Berikut penjelasannya.

1. Anemia akibat kehilangan banyak darah

Kehilangan banyak darah dapat disebabkan oleh pendarahan dalam jangka waktu yang lama, seperti penyakit kanker, penggunaan obat-obatan (aspirin atau ibuprofen), menstruasi yang berat, trauma seperti kecelakaan, dan usai menjalani operasi.

2. Anemia akibat berkurangnya atau kecacatan hasil produksi sel darah merah

Tubuh manusia tidak dapat memproduksi sel darah merah yang cukup sehingga tidak dapat bekerja dengan baik. Hal ini disebabkan kurangnya konsumsi mineral dan vitamin B12 atau folat sehari-hari.

3. Anemia akibat hancurnya sel darah merah

Pada kasus ini, sel darah merah cenderung rapuh dan tidak bisa bertahan lama ketika harus mengaliri tubuh. Ini disebabkan oleh sistem imun yang kurang baik, adanya racun dalam tubuh, hingga penyakit lainnya.

Cara Mengatasi Penyakit Anemia

Ada beberapa cara mengatasi atau mengobati penyakit anemia di antaranya:

1. Anemia aplastik

Untuk mengatasinya anemia aplastik, seseorang perlu mendapatkan obat-obatan khusus, transfusi darah, hingga transplantasi sumsum tulang.

2. Anemia hemolitik

Anemia hemolitik dapat diatasi dengan obat-obatan tertentu guna menambah sistem imun tubuh dan akan ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam.

3. Anemia akibat kehilangan banyak darah

Seseorang dapat mengatasi anemia dengan mengkonsumsi suplemen penambah zat besi atau mengubah pola diet.

4. Anemia sel sabit

Mengatasi anemia sel sabit dapat menggunakan beberapa suplemen khusus, antibiotik atau terapi oksigen. Obat-obatan seperti hydroxyurea, voxelator, L-glutamine dan Crizanlizumab-tmca akan membantu mengurangi dan membentuk sel sabit menjadi lebih baik dan tidak rapuh.

5. Thalassemia

Biasanya kondisi anemia yang satu ini tidak memerlukan pengobatan tertentu. Namun jika diperlukan, pengobatan dapat dilakukan dalam bentuk transfusi darah, operasi, atau transplantasi tulang sumsum.

Meskipun penyakit anemia terbilang umum, namun jangan disepelekan dan tetap perlu penanganan yang tepat. Begitu juga dengan pengobatannya harus sesuai dengan anjuran dokter ya.



Simak Video "4 Komitmen Pemerintah untuk Cegah Anemia pada Remaja Putri"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT