ADVERTISEMENT

Minggu, 24 Apr 2022 13:16 WIB

Ketua IDI Temui Panglima TNI, Apa Kabar Sanksi Pemecatan Terawan?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Anggota Komisi IX Ribka Tjiptaning dari Fraksi PDIP berbicara soal singkatan korona yakni komunitas rondo mempesona. Eks Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa membagikan momen pertemuan dengan ketua dan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dalam pertemuan tersebut, mereka menyinggung sanksi pemecatan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dari keanggotaan IDI.

Momen tersebut dibagikan dalam channel Youtube Jenderal Andika. Usai memperkenalkan pengurus yang baru, Ketua IDI dr Adib Khumaidi menyinggung salah satu keputusan muktamar IDI yakni sanksi pemberhentian tetap dr Terawan dari keanggotaan.

"Kemarin ada ketetapan muktamar yang jujur bagi kita ini menjadi sebuah konsekuensi amanah yang harus kita emban," kata dr Adib dalam video 'Panglima TNI Menerima Kunjungan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia dan Jajaran-nya' yang diunggah akun YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa, Sabtu (24/4/2022).

Menurut dr Adib, pemberhentian yang ditetapkan kepada Terawan bukanlah seumur hidup. Jika terdapat kiat dari Terawan untuk kembali menjadi anggota IDI, pihaknya bisa menyiapkan forum internal.

"Pemberhentian tetap itu tidak diartikan seumur hidup. Jadi masih ada upaya upaya luang," terang dr Adib.

"Kalau kami sampaikan masih ada luang kalau dia berkenan untuk menjadi anggota kembali, kita akan siapkan forum secara internal secara internal dan saya yakin karena rumah besarnya dokter seluruh Indonesia adalah di IDI, siapa pun yang ingin masuk pasti kita terima," imbuh dr Adib.

Sebelumnya, Ketua Bidang Hukum Pembelaan dan Pembinaan Anggota (BHP2A) IDI Beni Satria menyebut IDI kepada detikcom menyampaikan perkembangan kabar sanksi pemecatan permanen dr Terawan.

"Masih dalam proses internal organisasi ya, belum ada perkiraan tanggal," ujar dr Beni pada detikcom, Jumat (22/4).

Dalam rekomendasinya, Majeles Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) memberikan waktu 28 hari untuk melaksanakan sanksi pemberhentian tersebut. Hasil muktamar sendiri ditetapkan pada 25 Maret 2022.



Simak Video "Menkes Turun Tangan Bakal Gelar Mediasi IDI dengan Terawan"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT