Temui Panglima TNI, IDI Pastikan Sanksi untuk Terawan Tidak Seumur Hidup

ADVERTISEMENT

Temui Panglima TNI, IDI Pastikan Sanksi untuk Terawan Tidak Seumur Hidup

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 25 Apr 2022 05:00 WIB
Profile Ketua IDI dr. Adib Khumaidi, SpOT. saat rapat dengar pendapat di DPR RI
Ketua IDI dr Adib Kumaidi (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) belum secara resmi mengumumkan kelanjutan sanksi pemberhentian permanen mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dari keanggotaan. Namun hal itu disinggung dalam pertemuan dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Ketua Umum PB IDI, dr Adib Khumaidi, dalam siaran Youtube Jendral Andika menjelaskan sanksi pemberhentian permanen atau tetap yang dijatuhkan untuk dr Terawan. Ia menegaskan, sanksi tersebut tidak berlaku seumur hidup.

"Pemberhentian tetap itu tidak diartikan seumur hidup. Jadi masih ada upaya, ruang," jelas dr Adib.

"Kalau kami sampaikan masih ada ruang kalau dia berkenan untuk menjadi anggota kembali, kita akan siapkan forum secara internal secara internal dan saya yakin karena rumah besarnya dokter seluruh Indonesia adalah di IDI, siapa pun yang ingin masuk pasti kita terima," lanjutnya.

Sementara itu Jenderal Andika menyiratkan bahwa pihaknya akan menghormati aturan yang berlaku. Termasuk, dalam hal pemberian sanksi terhadap anggota.

"Saya menghormati, kita ikut, tinggal kita nanti, apa yang harus kami lakukan. Misalnya, apa keputusan IDI apakah itu berpengaruh terhadap misalnya izin praktik dr Terawan di RSPAD, kalau soal keanggotaan kan beliau tidak lagi aktif tapi sebagai dokter yang juga praktik di rumah sakit kami, akan kita, kita ikut aturan," kata Jenderal Andika.

Sebelumnya, Ketua Bidang Hukum Pembelaan dan Pembinaan Anggota (BHP2A) IDI Beni Satria menyampaikan kepada detikcom bahwa sanksi untuk dr Terawan masih dalam proses internal organisasi. Keputusan MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) saat itu merekomendasikan pemberhentian dalam 28 hari sejak diputuskan.

"Masih dalam proses internal organisasi ya, belum ada perkiraan tanggal," ujar dr Beni pada detikcom, Jumat (22/4).



Simak Video "Butet Kartaredjasa: Saya Pokoknya Percaya sama Terawan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT