Belum booster, tahu-tahu sertifikatnya sudah muncul di PeduliLindungi? Kemenkes menyebut kemungkinan ada salah input NIK. Bisa diurus kok, begini caranya.
Masyarakat yang telah melakukan vaksin booster COVID-19 akan menerima sertifikat sebagai tanda telah melakukan vaksinasi. Namun, pada beberapa kasus dijumpai sertifikat vaksin booster di aplikasi PeduliLindungi sudah muncul duluan, padahal belum melakukan vaksinasi booster. Dampaknya, jadi tidak bisa booster karena tercatat sudah pernah mendapatkannya.
Mengapa hal ini terjadi?
Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan RI, Setiaji, memastikan bahwa kejadian ini bukan disebabkan oleh kebocoran data.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiaji menyebut, hal ini kemungkinan terjadi karena adanya kesalahan input data ketika memasukan NIK (Nomor Induk Kependudukan) di sentra vaksinasi.
"Yang pasti bukan karena kebocoran data, tapi lebih ke saat penginputan salah angka NIK (walau hanya salah 1 angka) sering terjadi di sentra-sentra vaksin terutama saat booster seperti ini," jelasnya kepada detikcom, Senin (25/4).
Untuk membenahi masalah ini, Setiaji menghimbau segera menghubungi WhatsApp resmi Kemenkes RI yang bisa diikuti langkah-langkahnya di bawah ini.
Jika Anda belum vaksinasi ketiga (booster) tapi sudah muncul sertifikat, mohon untuk menghubungi WhatsApp Kemkes pada nomor 0811-1050-0567 lalu ikuti langkah-langkah berikut:
- Ketik "Hi" pada WhatsApp Kemkes
- Pilih menu "Data Vaksinasi"
- Pilih kategori "Vaksin di Indonesia"
- Pilih permasalahan "NIK Sudah Vaksinasi"
- Ketik "YA" untuk terhubung dengan petugas
- Setelah terhubung dengan petugas HelpDesk, mohon untuk menyampaikan kendala dan informasikan data-data yang sesuai.
Setiaji menyatakan jika telah melakukan pengaduan, sertifikat vaksin di PeduliLindungi bisa segera kembali normal dan yang belum mendapat vaksin booster bisa melakukan vaksinasi.
Untuk menghindari kejadian seperti ini terulang kembali, Setiaji mengingatkan masyarakat untuk selalu mengecek kembali NIK ketika proses penginputan data dan segera menghubungi WhatsApp resmi Kemenkes seandainya kondisi seperti ini terjadi.
"Pada saat vaksin booster, bagi masyarakat yang menerima booster untuk memastikan petugas menginput NIK yang benar. Jika ada salah agar bisa menyampaikan keluhannya ke Kemkes," pungkasnya.
(up/up)











































