Senin, 25 Apr 2022 14:30 WIB

Kemenkes Integrasikan Data Kesehatan, Data Pasien Bisa Dibuka 'Ramai-ramai'?

Vidya Pinandhita - detikHealth
ilustrasi komputer Foto: unsplash
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI merilis platform baru bernama Indonesia Health Service (IHS) untuk mengintegrasi aplikasi-aplikasi terkait kesehatan. Nantinya, riwayat pengobatan pasien bisa terpantau dengan detail meskipun pengobatan dilakukan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan berbeda.

Dalam kata lain, pasien tidak perlu mengisi formulir saat mengakses layanan kesehatan di rumah sakit atau laboratorium lantaran datanya sudah tersimpan di dalam IHS.

Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes RI, Setiaji, menyebut platform tersebut bertujuan meningkatkan layanan kesehatan, agar data terkait kesehatan bisa saling terintegrasi, mengurangi beban tenaga kesehatan dan menghilangkan aplikasi-aplikasi duplikasi.

Dalam uji cobanya, IHS melibatkan sejumlah pelaku industri kesehatan mulai dari rumah sakit hingga asuransi.

"Para pelaku industri kesehatan mulai dari rumah sakit atau puskesmas, termasuk juga asuransi, laboratorium, industri kesehatan lainnya seperti startup telemedicine dan sebagainya, kemudian akademisi dan berbagai lainnya seperti apotek dan layanan kesehatan lainnya," ujar Setiaji dalam konferensi pers virtual, Senin (25/4/2022).

Data Masyarakat Bakal Bisa Diakses 'Ramai-ramai'?

Terkait keamanan data, Setiaji menyebut terdapat dua jenis data yakni yang bersifat tertutup dan terbuka. Jenis data tertutup terkait informasi individu hanya bisa diakses oleh pihak tertentu seperti dokter dan fasilitas kesehatan. Itu pun, memerlukan persetujuan dari individu pemilik data.

"Tentunya data yang akan dibuka ini ada dua data sifatnya tertutup karena sesuai dengan privasinya, tapi ada juga yang sifatnya terbuka. Sifat terbuka ini mirip seperti kita menangani pandemi COVID. Yang terbuka itu adalah sifatnya dari jumlah ataupun agregat yang bisa diakses ke publik," terangnya.

"Yang sifatnya individual seperti privasi ini tentunya kita batasi hanya pihak-pihak tertentu yang mengakses seperti individu. Individu seperti saya bisa mengakses data-data pribadi saya. Kemudian dokter dan fasilitas kesehatan lainnya bisa mengakses tetapi dengan concern ataupun izin dari pihak yang akan diakses datanya," pungkas Setiaji.



Simak Video "Kemenkes soal PeduliLindungi Diduga Langgar HAM: Akan Pelajari Dulu"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)