Lainnya Turun, Omicron China Kok Ngegas? Pakar Sebut Tak Ada Modal Imunitas

ADVERTISEMENT

Lainnya Turun, Omicron China Kok Ngegas? Pakar Sebut Tak Ada Modal Imunitas

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selasa, 26 Apr 2022 12:32 WIB
Shanghai telah memberlakukan lockdown sejak akhir bulan lalu. Pusat keuangan di Negeri Tirai Bambu itu pun kini sunyi, jauh dari hiruk-pikuk kota sehari-hari.
(Foto: REUTERS/ALY SONG)
Jakarta -

Sejak dihadang varian Omicron, kasus COVID-19 di China kembali melonjak. Peningkatan signifikan paling terlihat di pusat kota ekonomi yakni Shanghai, mencetak rekor kematian baru COVID-19 per Minggu (24/4) yakni 51 kasus, naik sejak 39 hari sebelumnya.

Teranyar, warga Beijing kini waswas bakal mengalami kondisi serupa seperti Shanghai. Pasalnya, pemerintah melakukan tes COVID-19 massal. Otoritas di Chaoyang misalnya, memerintahkan warga untuk dites COVID-19 tiga kali sehari lantaran Corona sudah menyebar di wilayah tersebut.

Mengapa Omicron di China tak kunjung kelar meski pemerintah melakukan pengetatan besar-besaran hingga strategi zero COVID-19?

Strategi Zero COVID-19

Menurut analisis salah satu panel ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk COVID-19, China tak memiliki modal imunitas karena adanya strategi zero COVID-19. Menurutnya, strategi zero COVID-19 terlihat hanya efektif di awal-awal tahun kemunculan SARS-CoV-2.

Namun, kini varian baru Corona lebih efektif atau semakin mudah menular sehingga sulit jika hanya mengandalkan pembatasan ketat COVID-19. Dicky menekankan China perlu mengejar cakupan vaksinasi COVID-19 dengan jenis vaksin yang dinilai lebih efektif.

"Yang efektif sejauh ini menjadi proteksi adalah vaksin messenger RNA, meskipun yang lain tetap memberikan perlindungan, tetapi di China jenis vaksin ini kan terbatas sekali," tutur Dicky.

Tak Punya Modal Imunitas

India dan Indonesia diyakini sudah memiliki modal imunitas baik dari vaksinasi maupun infeksi alamiah. Tak sedikit dari mereka yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 lengkap, juga terpapar sehingga akhirnya memiliki modal imunitas kuat melawan varian baru khususnya Omicron.

Meski sama-sama menjadi negara yang memiliki banyak populasi, China dikhawatirkan tidak mempunyai modal imunitas serupa India dan Indonesia. Hal ini dikaitkan dengan strategi zero COVID-19 dan jenis vaksin yang digunakan hingga minimnya imunitas infeksi alamiah.

"Penduduknya karena menerapkan zero COVID-19, itu yang terpapar virus ini masih sedikit sekali, padahal kita tau orang yang sudah divaksin Sinovac dua kali kemudian terinfeksi, dia seperti mendapat booster penguat imunitas walaupun itu tidak boleh jadi strategi," beber dia.

"Ada data menunjukkan seperti itu, sehingga ini menjawab mengapa beberapa negara seperti India, Indonesia, meskipun penduduknya banyak kasusnya juga sebenarnya banyak, dampak dalam artian RS maupun kematian di era Omicron ini relatif tidak seperti sebelumnya," sambung epidemiolog dari Universitas Griffith Australia tersebut.

Saksikan juga e-Life: Puasa, Remaja, dan Eating Disorder

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT