Rabu, 27 Apr 2022 16:18 WIB

Abses Payudara: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Patrick Trusto Jati Wibowo - detikHealth
Woman hand checking lumps on her breast for signs of breast cancer on gray background. Healthcare concept. Mengenal gejala dan penyebab abses payudara. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/spukkato)
Jakarta -

Setelah melahirkan, seorang ibu akan menjalani masa persalinan dan menyusui. Proses menyusui sangat penting untuk mencukupi gizi dan nutrisi pada bayi. Begitu pula dengan ibu, proses pemberian ASI dapat membuatnya terhindar dari abses payudara

Lantas, apa itu abses payudara? Dikutip dari Healthline, Selasa (26/4/2022), abses adalah kumpulan nanah di dalam tubuh yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Jika infeksi ini terjadi pada payudara, maka dapat menyebabkan abses payudara.

Jadi, abses payudara merupakan peradangan yang terjadi di area payudara.

Kondisi ini ditandai dengan memerahnya kulit sekitar payudara dan pembengkakan payudara. Abses payudara tidak hanya terjadi pada ibu menyusui saja, tetapi juga wanita yang kurang menjaga kebersihan payudara, kelebihan berat badan, atau memiliki ukuran payudara yang besar. Kondisi ini disebut sebagai abses payudara non-laktasi

Gejala Abses Payudara

Biasanya, gejala abses payudara meliputi:

  • Rasa sakit dan kemerahan di area payudara
  • Pembengkakan di sekitar payudara
  • Kulit menjadi hangat
  • Drainase puting
  • Keluarnya cairan dari bagian payudara yang lain

Jika sudah terinfeksi bakteri, maka kemungkinan besar juga akan mengalami demam menggigil yang disertai dengan kelelahan. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala ini.

Penyebab Abses Payudara

Meskipun kondisi ini paling sering terjadi pada wanita menyusui, baik wanita maupun pria yang tidak menyusui juga dapat mengalami abses payudara.

Biasanya, abses payudara disebabkan oleh tiga hal berikut:

1. Mastitis

Mastitis merupakan peradangan payudara pada ibu menyusui. Kondisi ini bisa menyebabkan ibu menyusui mengalami abses payudara, lantaran tersumbatnya aliran ASI dan menyebabkan infeksi pada jaringan payudara. Hal ini disebabkan oleh masuknya bakteri staphylococcus aureus yang masuk melalui luka di area payudara, sehingga berkembang biak dan menimbulkan infeksi.

2. Luka di Area Payudara

Jaga selalu kesehatan dan kebersihan payudara. Sebab, luka di area payudara bisa menjadi celah bagi banyak bakteri berbahaya untuk masuk. Selain itu, sumbatan bekas luka pada payudara juga menyebabkan seseorang mengalami abses payudara non-laktasi.

3. Gaya Hidup Tidak Sehat

Selain faktor eksternal, gaya hidup yang tidak sehat turut menjadi penyebab terjadinya abses payudara. Merokok merupakan salah satu penyebab abses payudara non-laktasi. Selain itu, penggunaan bra yang terlalu ketat atau kecil bisa menyebabkan seseorang mengalami abses payudara.

Pencegahan Abses Payudara

Ada banyak cara pencegahan abses payudara. Misalnya, mengoleskan pelembab pada puting dapat membantu mencegah kulit pecah-pecah yang bisa memberikan jalan bagi bakteri untuk masuk ke dalam tubuh agar tidak terjadi mastitis.

Siapa pun yang mengidap mastitis harus menerima pengobatan sesegera mungkin. Jika mengalami gejala infeksi ini selama lebih dari 24 jam, segera periksakan diri ke dokter agar diberikan antibiotik.

Mengobati mastitis atau infeksi dapat membantu mengurangi resiko terkena abses payudara. Namun, begitu mengalami abses payudara, ada kemungkinan untuk mengalami abses payudara kembali di kemudian hari.

Peneliti percaya bahwa abses payudara lebih sering terjadi pada perokok. Berhenti merokok dapat mengurangi resiko kondisi ini terjadi. Selain itu, tindik puting juga dapat menyebabkan infeksi payudara.



Simak Video "Bagaimana Cara Deteksi Kanker Payudara Sedini Mungkin?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)