Selasa, 26 Apr 2022 13:17 WIB

Abses Gigi: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi sakit gigi Mengenal abses gigi, gejala, hingga penyebabnya. (Foto ilustrasi: shutterstock)
Jakarta -

Apa itu abses gigi? Abses gigi adalah kantong atau benjolan berisi nanah yang terbentuk di berbagai bagian gigi yang biasanya terjadi karena infeksi bakteri. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Penyebab Abses Gigi

Abses gigi umumnya terjadi akibat masuknya bakteri ke gigi atau gusi, tergantung jenis dari abses gigi yang dialami. Dikutip dari Healthline, ada tiga jenis abses gigi:

  • Abses periapikal: Abses gigi yang terjadi karena bakteri masuk ke pulpa di dalam gigi, biasanya melalui rongga. Pulpa merupakan bagian dalam gigi yang lembut, yang terdiri dari saraf, jaringan ikat, dan pembuluh darah.
  • Abses periodontal: Abses gigi yang biasanya terjadi karena penyakit gusi. Tetapi, kondisi ini juga bisa terjadi akibat cedera.
  • Abses gingiva: Abses gigi yang terjadi karena benda asing, misalnya bulu sikat gigi yang bisa menempel pada gusi.

Gejala Abses Gigi

Di beberapa kasus abses gigi, area di sekitar gigi terasa sakit. Jika terasa sakit, biasanya rasa sakitnya tajam dan berdenyut, terutama saat menekan gigi.

Rasa sakit itu mungkin bisa menyebar ke bagian rahang atau bagian lain. Dikutip dari laman Mayo Clinic, berikut gejala abses gigi yang bisa muncul, yaitu:

  • Gusi kemerahan
  • Demam
  • Pembengkakan di wajah atau pipi
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Sakit gigi yang parah, persisten, dan berdenyut yang bisa menyebar ke bagian tulang rahang, leher, atau telinga
  • Sensitivitas terhadap suhu panas dan dingin
  • Muncul bau tak sedap saat mengunyah dengan gigi yang mengalami abses
  • Muncul benjolan di gusi yang mengeluarkan cairan asin yang berbau busuk dan tidak enak di mulut

Pengobatan Abses Gigi

Abses gigi bisa diatasi dengan berfokus untuk membersihkan infeksi dan menghilangkan rasa sakit. Namun, pengobatan ini tergantung pada tingkat keparahan dari abses gigi. Pilihan pengobatannya meliputi:

Membersihkan Abses Gigi

Dokter gigi akan membuat sayatan kecil pada abses untuk mengeluarkan nanah. Selanjutnya, dokter akan membersihkan area tersebut dengan larutan garam.

Prosedur Saluran Akar

Dokter akan melakukan pengeboran ke dalam gigi yang terkena abses untuk mengeringkan abses dan menghilangkan pulpa yang terinfeksi. Lalu, dokter akan mengisi dan menutup ruang pulpa yang menampung pulpa dan saluran akar gigi.

Pencabutan Gigi

Jika abses gigi telah merusak gigi, dokter mungkin akan melakukan pencabutan gigi sebelum mengeringkan abses.

Meresepkan Antibiotik

Jika infeksi telah menyebar luas ke area lain atau pasien memiliki sistem kekebalan yang lemah, dokter akan meresepkan antibiotik oral untuk membantu membersihkan infeksi.

Pembersihan Benda Asing

Jika abses gigi disebabkan benda asing di gusi, dokter gigi akan membersihkannya dengan larutan garam.

Pencegahan Abses Gigi

Dikutip dari WebMD, abses gigi masih bisa dicegah dengan beberapa langkah sederhana untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi, yaitu:

  • Lakukan pemeriksaan dan pembersihan gigi secara teratur
  • Sikat gigi dua kali sehari selama 2 menit dengan pasta gigi berfluoride
  • Bersihkan sisa makanan yang mungkin masih menempel di sela-sela gigi dan gusi
  • Kurangi mengkonsumsi makanan dan minuman manis, seperti permen dan soda yang menyebabkan gigi berlubang dan memicu terbentuknya abses gigi


Simak Video "Cara Kerja Mesin Suction Gigi GL Dexin+ yang Diklaim Cegah Penyebaran Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)