Senin, 02 Mei 2022 09:41 WIB

Terusik Pertanyaan 'Kapan Nikah' di Momen Silaturahmi? Ini Saran Psikolog

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Stop, enough, I need break. Portrait of exhausted girl with long hair in t-shirt showing time-out gesture and looking imploringly, asking for pause. indoor studio shot isolated on pink background Terusik pertanyaan tidak mengenakkan di momen silaturahmi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Khosrork)
Jakarta -

Momen berkumpul dengan keluarga pada saat Lebaran ada kalanya menjadi momen yang membuat was-was bagi beberapa orang. Mereka khawatir dicecar pertanyaan-pertanyaan yang tidak mengenakkan seperti 'kapan nikah'.

Pertanyaan seperti, 'kapan nikah', 'kapan punya anak', 'kapan bekerja', dan semacamnya, justru bagi beberapa orang membuat momen kumpul keluarga menjadi tidak menyenangkan dan masuk dalam daftar pertemuan yang ingin dihindari.

Menurut psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help Center, dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan semacam ini, kita bisa saja bersikap santai dan menanggapinya dengan bercandaan.

"Dibuat santai dan ditanggapi dengan candaan saja. Misalnya jawab sambil tertawa ringan, 'Ada deh.. mau tau apa mau tau banget?'," ujarnya ketika dihubungi detikcom, Kamis (28/4/2022).

Rahma juga berpesan agar menyiapkan dulu pikiran dan perasaan sebelum bertemu orang-orang yang basa-basi pertanyaannya justru menyakitkan hati. Berusaha meyakinkan diri dulu bahwa mereka hanya tidak bisa membuka obrolan dengan baik dan tidak memahami pertanyaan yang dilontarkan.

"Setting pikiran dan perasaan sebelum bertemu orang orang macam itu. Misalnya, anggap saja mereka cuma sedang berusaha membuka obrolan dan ga paham gimana caranya sehingga ngasih pertanyaan basa-basi seribu umat," pesannya.

Sementara itu, menurut Rahma salah satu cara yang bisa dilakukan ketika menghadapi orang macam ini adalah dengan mengingat momen bahagia dalam hidup, agar bisa berfokus pada hal yang membuat kita bahagia dan berusaha menghadirkannya.

"Lalu fokus saja pada hal-hal yang membuat kita happy pada saat itu. Jika tidak ada yang membuat happy saat bertemu mereka maka hadirkan memori bahagia yang pernah terjadi dalam hidup. Bayangkan peristiwa happy itu dan hadirkan lagi rasa bahagianya saat mengingat peristiwa yang bikin bahagia," pungkasnya.



Simak Video "Anjuran Porsi Sahur yang Ideal Menurut Dokter Gizi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)