Senin, 02 Mei 2022 11:50 WIB

Mudik Malah Bikin Stres? No, Harus Happy Biar Nggak Gampang Kena COVID-19

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sejumlah kendaraan merayap di Fly Over Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (30/4/2022). Kemacetan terjadi imbas volume kendaraan yang memadati jalan menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Di tengah pandemi COVID-19, kesehatan semasa melakukan perjalanan mudik Lebaran jelas menjadi aspek penting. Tak hanya perihal fisik, dokter pun menyarankan masyarakat yang bermudik untuk menghindari stres sepanjang perjalanan. Mengapa?

Spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) mengingatkan, protokol kesehatan masih wajib diterapkan meski pemudik sudah menerima dosis primer dan booster vaksin COVID-19. Namun ia menambahkan, hal itu harus dibarengi hati yang gembira agar imunitas tubuh senantiasa terjaga.

"Vaksin itu tidak bisa berdiri sendiri. Harus dibarengi dengan protokol kesehatan. Memang kita sudah divaksin, tapi kan ada exposure terus-menerus, faktor jumlah dari virus yang masuk seberapa banyak," beber dr Erlina saat ditemui di acara 'Understanding COVID-19 Vaccine Effectiveness' di Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2022).

"Maka disiplinlah dengan protokol kesehatan dan jangan terlalu capek saat mudik. Makan teratur, banyak bergembira, banyak istirahatnya. Jangan mudik malah stres, berantem, jangan ya. Dinikmati waktu mudik Anda dengan hal-hal menyenangkan. Bertemu keluarga, makan makanan yang menyenangkan yang nggak ada di tempat tinggal kita," imbuhnya.

Ia juga memberikan catatan, orang mesti rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu jangan sampai lupa membawa obat yang diperlukan. Sebab menurutnya, lupa membawa obat kerap memicu stres yang berujung pada meningkatnya risiko tubuh 'nge-drop'.

"Untuk perjalanan jauh siapkan makanan yang diperlukan dan jangan lupa bawa obat-obatan. Kan ada orang yang harus mengkonsumsi obat tertentu tapi lupa. Ini bermasalah, dia jadi stres. Biasanya minum obat gula biasanya, sekarang lupa di tengah jalan stres terus. Nah stres memicu gula naik. Kalau gula naik, gampang infeksi," jelasnya.

"Makanan mesti cukup dan hati gembira mau ketemu siapa-siapa. Jangan 'duh nanti banyak orang harus menyiapkan THR'. Jangan pikirin, gembira saja. Dulu kan dilarang (oleh) pemerintah, sekarang nggak dilarang. Jadi manfaatkan tapi jangan kebablasan jadi sakit. Jangan terlalu lelah," pungkas dr Erlina.



Simak Video "Ahli Soroti Potensi Peningkatan Kasus Covid-19 Setelah Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)