Cara Aman Sungkem di Hari Lebaran Meski Masih Dibayangi Omicron

ADVERTISEMENT

Cara Aman Sungkem di Hari Lebaran Meski Masih Dibayangi Omicron

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 02 Mei 2022 04:34 WIB
Asian muslim child kissing a hand from an old people in the mosque
Sungkem di hari lebaran (Foto: Getty Images/iStockphoto/leolintang)
Jakarta -

Idul Fitri tahun ini terasa berbeda, sudah ada banyak pelonggaran terkait pencegahan COVID-19. Silaturahmi tampaknya bakal berlangsung dalam kondisi yang nyaris normal seperti sediakala.

Meski begitu, para pakar mengingatkan bahwa ancaman penularan COVID-19 khususnya varian Omicron belum benar-benar berakhir. Risiko penularan tetap ada meski sebagian besar sudah terlindungi antibodi dari vaksin COVID-19.

Dokter spesialis paru dari RS Persahabatan, dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) mengingatkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama perayaan lebaran. Tak terkecuali, dalam melakukan tradisi sungkem alias cium tangan.

"Sesuai anjuran pemerintah. Protokol kesehatan tetap dilakukan. Menggunakan masker, menjaga jarak, hindari kerumunan, serta cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau antiseptik setelah kontak," tuturnya pada detikcom, Selasa (26/4/2022).

Sementara itu, Kepala Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) dr Dhanasari Vidiawati menyarankan untuk tetap mengenakan masker saat cium tangan. Bahkan cipika-cipiki bisa dihindari dulu karena masih berisiko.

"Cium tangan yang aman, kita tetap pakai masker. Kita cium tangannya orangtua kita tetap pakai masker dan tidak usah pegang tangannya," kata dr Dhanasari dikutip dari siaran YouTube BNPB, Rabu (27/4/2022).

Pendapat senada disampaikan Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K). Omicron yang gejalanya relatif ringan atau bahkan tidak bergejala kerap membuat risiko penularannya terabaikan.

"Jadi kalau dari saya sih menyarankan bersalaman seperti orang Sunda. Orang Sunda kan (salamnya) nggak bersentuhan," sambung dr Erlina.

Aturan Halal Bihalal

Terkati silaturahmi dalam perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah, pemerintah RI melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 003/2219/SJ telah menetapkan pembatasan aktivitas halal bihalal. Pembatasan didasarkan pada level PPKM yang berlaku.

Kapasitas tamu atau peserta halal bihalal yang diperbolehkan adalah sebagai berikut:

  • PPKM level 3: 50 persen
  • PPKM level 2: 75 persen
  • PPKM level 1: 100 persen

Selain itu, halal bihalal yang dihadiri lebih dari 100 orang disarankan tidak disertai acara makan-minum. Lebih disarankan, makanan dan minuman dibawa pulang untuk meminimalkan risiko penularan COVID-19.

"Harus dihindari acara makan-makan ramai yang membuat peserta membuka masker, karena rawan penularan COVID-19," tulis edaran tersebut.



Simak Video "Satgas Pastikan Tahun Ini Salat Idul Fitri Bisa Digelar Berjemaah"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT