Selasa, 26 Apr 2022 11:00 WIB

Lebaran Saat COVID-19 Mulai Melandai, Sungkeman Sudah Aman Belum Sih?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Asian muslim child kissing a hand from an old people in the mosque Foto: Getty Images/iStockphoto/leolintang
Jakarta -

Merayakan hari raya atau lebaran identik dengan acara bersilaturahmi ke rumah sanak saudara. Momen ini kerap dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bisa lebih mengenal satu sama lain. Tak lupa juga untuk menerapkan sejumlah etika ketika bersilaturahmi, salah satunya sungkeman atau salaman dan cium tangan. Lantas, apakah aman diterapkan di tengah pandemi COVID-19?

Menjawab hal itu, dokter spesialis paru dari RS Persahabatan, Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), mengungkapkan apabila ingin melakukan sungkeman atau beretika saat silaturahmi usahakan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, hindari kerumunan, hingga mencuci tangan.

"Sesuai anjuran pemerintah. Protokol kesehatan tetap dilakukan. Menggunakan masker, menjaga jarak, hindari kerumunan, serta cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau antiseptik setelah kontak," tuturnya pada detikcom, Selasa (26/4/2022).

Penerapan tersebut berguna sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dan terjadinya mutasi baru dari virus Corona.

Sebelumnya, pemerintah juga menghimbau untuk tidak ada makan-minum saat halal bi halal di tengah pandemi COVID-19.

"Pak Presiden juga memberikan catatan tentang kegiatan menjelang halal bi halal nanti, terutama halal bi halal diselenggarakan dengan protokol kesehatan dan diimbau untuk tidak ada makan-minum," beber Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers, Senin (18/4/2022)

Pun jika ada, Airlangga menambahkan kegiatan halal bihalal yang dibarengi dengan acara makan-makan harus memperhatikan jarak aman dan protokol kesehatan yang ketat.

Aturan lengkap tentang halal bihalal dapat dilihat di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2