Hepatitis 'Misterius' Ditemukan di DKI, Benarkah Terkait Vaksin COVID-19?

ADVERTISEMENT

Hepatitis 'Misterius' Ditemukan di DKI, Benarkah Terkait Vaksin COVID-19?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selasa, 03 Mei 2022 09:16 WIB
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK).
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban memastikan penyebab hepatitis 'misterius', infeksi yang tidak diketahui penyebabnya bukan terkait vaksin COVID-19. Dua dugaan awal yang ditemukan para pakar belakangan ini adalah adenovirus dan SARS-CoV-2.

Dikutip dari Channel News Asia, adenovirus adalah virus umum yang biasanya menyebabkan penyakit pernapasan atau pencernaan dan selama ini diketahui tidak menyebabkan hepatitis pada anak-anak yang sehat.

Sementara dugaan kaitan hepatitis dengan vaksin COVID-19 disebut Prof Zubairi tak berdasarkan fakta ilmiah.

"Hipotesis ini tidak didukung data, karena sebagian besar anak-anak yang terkena hepatitis misterius ini justru belum menerima vaksinasi COVID-19," beber Prof Zubairi dalam akun Twitter pribadinya, Selasa (3/5/2022).

Ia mengimbau gejala yang wajib diwaspadai terkait hepatitis misterius umumnya meliputi masalah gastrointestinal hingga kemudian muncul gejala penyakit kuning.

"Tes laboratorium-nya juga menunjukkan tanda-tanda peradangan hati parah. Sebagian besar anak tidak mengalami demam," pungkas dia.

Berikut daftar gejala hepatitis 'misterius' yang wajib diwaspadai:

  • Urine gelap
  • Kotoran pucat, berwarna abu-abu
  • Menguningnya bagian putih mata atau kulit (jaundice)
  • Kulit yang gatal
  • Nyeri otot atau sendi
  • Demam
  • Mual, muntah, atau sakit perut
  • Kelesuan atau kehilangan nafsu makan.

Simak Video 'WHO Masih Belum Temukan Penyebab Infeksi Hepatitis Akut di Eropa-AS':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT