Kamis, 05 Mei 2022 05:36 WIB

Round Up

Ramai Kasus Hepatitis Misterius pada Anak, Ini Sederet Dugaan Penyebabnya

Firdaus Anwar - detikHealth
Jakarta -

Kasus hepatitis misterius yang terjadi pada anak-anak di dunia semakin luas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut hingga tanggal 1 Mei setidaknya sudah ada 228 kasus yang dilaporkan dari 20 negara.

Indonesia pada Minggu (1/5/2022), melaporkan tiga kasus kematian anak yang kemungkinan terkait hal ini. Ketiganya dirawat di RSPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah dirujuk dari sejumlah rumah sakit di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Fenomena hepatitis misterius belakangan jadi perhatian karena muncul pada anak-anak secara hampir bersamaan. Hepatitis akut pada sebagian kasus biasanya disebabkan oleh infeksi virus hepatitis, namun tidak dengan yang terjadi pada kasus ini.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyebut, terdapat dua kemungkinan penyebab yang kini tengah didalami. Dugaan penyebab pertama yakni adenovirus. Sementara dugaan kedua, yakni terkait COVID-19.

"Penyebabnya saat ini masih menjadi penelitian. Namun yang jelas ada dua kubu saat ini antara yang dikaitkan dengan adenovirus, ada yang dikaitkan dengan infeksi Sars-COV-2. Karena penelitian di Israel, itu satu tahun sebelum terinfeksi hepatitis umumnya mereka terinfeksi Sars-COV-2," ujar Dicky dalam video yang diterima detikcom, Rabu (4/5/2022).

Adenovirus sendiri adalah jenis virus umum yang selama ini diketahui hanya menimbulkan infeksi saluran pernapasan ringan. WHO mengatakan adenovirus belum pernah dilaporkan menjadi penyebab hepatitis pada anak-anak sehat.

"Meski saat ini adenovirus merupakan salah satu hipotesis sebagai penyebab dasar, hal ini tidak sepenuhnya bisa menjelaskan gambaran tingkat keparahan klinis," komentar WHO seperti dikutip dari laman resminya.

"Infeksi oleh adenovirus tipe 41 (yang banyak dilaporkan -red), adenovirus tipe ini belum pernah dikaitkan dengan presentasi klinis hepatitis. Adenovirus adalah patogen umum yang biasanya menyebabkan infeksi ringan bisa sembuh sendiri," lanjutnya.

Karena kaitannya dengan adenovirus, beredar juga spekulasi kemunculan penyakit hepatitis dengan vaksin COVID-19. Beberapa vaksin memang ada yang memanfaatkan adenovirus sebagai 'pengantar' materi COVID-19 ke dalam tubuh.

Teori vaksin COVID-19 penyebab hepatitis misterius ini kemudian dibantah oleh ahli karena kasus terjadi pada anak-anak yang justru belum menerima vaksin.

"Hipotesis ini tidak didukung data, karena sebagian besar anak-anak yang terkena hepatitis misterius ini justru belum menerima vaksinasi COVID-19," kata Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban.

Selanjutnya
Halaman
1 2