Sabtu, 07 Mei 2022 16:30 WIB

Kasus Hepatitis Misterius Berpotensi Meluas di RI? Bisa Jadi, Begini Kata Pakar

Rosiana Muliandari - detikHealth
HEPATITIS written on a wooden block near a stethoscope, syringe and pills on a blue background. Medical concept Foto: Getty Images/iStockphoto/ALENA DZIHILEVICH
Jakarta -

Pada Minggu (1/5/2022), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan kasus hepatitis misterius yang merenggut nyawa tiga orang anak di DKI Jakarta. Kasus ini menyebabkan kehebohan di tengah masyarakat.

Sebelumnya, di awal April tahun ini, Inggris menemukan 10 kasus hepatitis misterius yang bukan merupakan virus Hepatitis A hingga E, virus hepatitis yang telah diketahui sebelumnya.

Tidak lama setelah temuan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan kejadian ini menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dan beberapa negara lainnya juga melaporkan adanya hepatitis misterius ini.

Tak hanya itu, Kemenkes tengah memverifikasi 4 kasus hepatitis akut baru dan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Jawa Timur menemukan 114 kasus suspek yang menunjukkan gejala hepatitis akut.

Keresahan ini memunculkan sebuah pertanyaan mengenai apakah kejadian hepatitis akut ini dapat meluas dan bahkan menjadi lebih berbahaya.

Berikut pendapat Dr dr Muzal Kadim, SpA(K) selaku Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

"Bisa saja, berpotensi untuk meningkat kasusnya. Jadi, ini masih dalam perkembangan terus menerus," jawab dr Muzal pada agenda daring yang diselenggarakan IDAI, Sabtu (7/5/2022).

Meski memang belum ada jawaban pasti, dr Muzal menyakinkan bahwa IDAI telah menyediakan beberapa cara demi mencegah fenomena ini menjadi lebih parah.

"Kita sudah menyiapkan, dari IDAI sudah menyiapkan protokol-protokol, untuk dokter anak, khususnya," lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa IDAI dan Kemenkes telah menyediakan protokol-protokol penanganan kasus hepatitis akut ini untuk para dokter anak Indonesia dan sarana pemeriksaan di laboratorium di rumah sakit.

"Apabila memang terjadi nanti [peningkatan dan peluasan kasus hepatitis misterius], kita sejak awal sudah kita siapkan," jelasnya.

Sebelumnya, dr Muzal menjelaskan bahwa IDAI sudah sangat terlibat dalam penanganan kondisi ini dan telah memberikan rekomendasi seperti screening di rumah sakit. Namun, IDAI belum memberikan saran untuk menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM).



Simak Video "Dua Dugaan Penyebab Hepatitis Akut Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(Rosiana Muliandari/kna)