Sabtu, 07 Mei 2022 20:45 WIB

Aksi Memaki Petugas Berujung Minta Maaf Viral, Psikolog Beberkan Efeknya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
ilustrasi smartphone Foto: Unspslah
Jakarta -

Viral penumpang mobil Alphard memaki dan membentak polisi yang bertugas di Tasikmalaya, Jawa Barat. Pria tersebut marah-marah dan memaki polisi yang bertugas mengatur pengalihan arus lalu lintas.

Tak lama usai kasus tersebut viral, pria tersebut meminta maaf.

"Kami mohon maaf karena tadi ada terjadi sedikit miskomunikasi, pengalihan jalur, terus sedikit ada ketegangan, tapi kami mohon maaf dan kita sudah selesaikan dengan baik, terima kasih," kata pria yang bernama Periyanto tersebut.

Kasus ini bukan sekali dua kali terjadi. Warga yang viral usai memaki petugas kemudian meminta maaf. Beberapa kalangan menilai bisa memberikan efek jera sekaligus mengedukasi orang lain yang menonton untuk tidak menirunya.

Psikolog Anasastasia Sari Dewi, founder pusat konsultasi Anastasia and Associate beberapa waktu lalu mengatakan menyebarluaskan video pemudik mengamuk sebenarnya tak selalu efektif menciptakan efek jera baik pada pelaku, atau publik yang menonton.

"Untuk orang-orang tertentu mungkin kalau menengah ke atas, mobil berplat dinas berplat pejabat itu memberikan efek jera luar biasa karena itu mengancam kariernya," terangnya.

"Tapi untuk orang dengan level menengah ke bawah tentu saja hukuman dengan sanksi berupa meminta yang bersangkutan minta maaf di media sosial maupun direkam tidak terlalu memberi efek jera karena bagi mereka, tidak melihatnya sebagai sesuatu yang berat, tidak ada yang dipertaruhkan," lanjutnya.



Simak Video "Konten Negatif Kok Cenderung Mudah Viral?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/vyp)