ADVERTISEMENT

Senin, 09 Mei 2022 04:55 WIB

Post Holiday Blues Bikin Tak Semangat Bekerja? Psikolog Sarankan Ini

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Young Asian businesswoman working concept Ilustrasi post holiday blues (Foto: Getty Images/iStockphoto/SunnyVMD)
Jakarta -

Rangkaian libur lebaran telah usai, sebagian masyarakat mulai kembali menjalani rutinitas kerja meski sebagian yang lain dapat perpanjangan untuk WFH (work from home). Ada yang merasa recharged selama liburan sehingga makin bersemangat, tapi ada juga lho yang malah jadi ogah-ogahan saat harus kembali ke kantor.

Mengalami hal yang sama? Menurut psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help Center, kondisi ini disebut juga post holiday blues. Ada banyak kemungkinan penyebabnya, salah satunya terjebak euforia berlibur yang serba menyenangkan.

"Gap antara kehidupan nyata dan kehidupan selama liburan. Merasa kehidupan selama liburan sangat ideal. Hanya bersenang senang, sehingga saat kembali ke kehidupan nyata menjadi tidak bersemangat dan tidak bahagia," terangnya dihubungi detikcom, Jumat (6/5/2022).

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

1. Beri jeda

Terkadang, butuh adaptasi untuk mengatasi gap antara kehidupan saat liburan dengan realita saat kembali ke dunia kerja. Memberikan waktu yang cukup dapat mencegah perasaan cemas dan stres akibat post holiday blues.

"Beri jeda waktu antara kedatangan kembali ke rumah dan hari masuk kerja atau masuk sekolah sehingga tidak mengalami jet lag liburan. Dengan jeda waktu, kita bisa istirahat dan melakukan rutinitas seperti biasa. Dengan jeda waktu, kita bisa beradaptasi secara fisik dan psikis," saran Rahma.

2. Bangun hubungan yang kuat

Sembari beradaptasi, tidak kalah penting untuk mengembalikan bonding yang kuat dengan rekan kerja maupun keluarga di rumah. Sebelum melewatkan momen berlibur, merekalah yang sehari-hari menjalani kehidupan bersama.

"Bangun kembali hubungan yang kuat dan bahagia dalam keluarga inti dan juga pada rekan kerja sehingga momen saat kembali melakukan rutinitas sehari-hari bersama keluarga dan rekan kerja dapat menjadi momen yang dirindukan," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT